<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ajengbocil&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://ajengbocil.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ajengbocil.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 04 Oct 2009 12:24:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ajengbocil.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ajengbocil&#039;s Blog</title>
		<link>http://ajengbocil.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ajengbocil.wordpress.com/osd.xml" title="Ajengbocil&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ajengbocil.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Teknologi Jepang</title>
		<link>http://ajengbocil.wordpress.com/2009/10/04/teknologi-jepang/</link>
		<comments>http://ajengbocil.wordpress.com/2009/10/04/teknologi-jepang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 12:24:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajengbocil</dc:creator>
				<category><![CDATA[terkenal di jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajengbocil.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu bidang yang memberi harapan bagi pertumbuhan ekonomi Jepang adalah perobotan, di mana teknologi Jepang memimpin dunia. ASIMO, robot humanoid (berbentuk seperti manusia) dikembangkan oleh Honda, dapat berjalan dengan dua kaki dan berbicara bahasa manusia. Di masa dekat ini, robot akan aktif dalam berbagai bidang dan mungkin hidup berdampingan dengan manusia, seperti dalam film-film [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajengbocil.wordpress.com&amp;blog=9413008&amp;post=64&amp;subd=ajengbocil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.id.emb-japan.go.jp/image/expl15_03.jpg" alt="" /></p>
<p>Salah satu bidang yang memberi harapan bagi pertumbuhan ekonomi Jepang adalah perobotan, di mana teknologi Jepang memimpin dunia. ASIMO, robot humanoid (berbentuk seperti manusia) dikembangkan oleh Honda, dapat berjalan dengan dua kaki dan berbicara bahasa manusia. Di masa dekat ini, robot akan aktif dalam berbagai bidang dan mungkin hidup berdampingan dengan manusia, seperti dalam film-film fiksi sains.</p>
<p><span style="color:#3366cc;font-size:small;"><strong>PERTANIAN</strong></span></p>
<p> </p>
<p style="line-height:150%;">Produk utama pertanian Jepang adalah beras, dan kebanyakan beras yang dimakan di Jepang dihasilkan di dalam negeri. Dibandingkan dengan jumlah penduduknya, tanah yang dapat digarap sangat sedikit sehingga tidak dapat menghasilkan gandum, kedelai, atau tanaman panen lainnya dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh penduduknya. Kenyataannya, tingkat swa-sembada pangan Jepang adalah salah satu yang terendah di antara semua negara industri. Ini berarti Jepang harus mengimpor pangan yang dibutuhkannya dari luar negeri dalam persentase tinggi. Akan tetapi, Jepang mempunyai sumber laut yang berlimpah. Ikan merupakan bagian utama dari makanan sehari-hari di Jepang, dan industri perikanan Jepang sangat aktif.</p>
<p><span style="color:#3366cc;font-size:small;"><strong>TRANSPORTASI</strong></span></p>
<p style="line-height:150%;">Sistem transportasi Jepang sangat berkembang, dengan jaringan jalan dan rel kereta-api mencakup hampir setiap bagian wilayah Jepang, bersama dengan layanan angkutan udara dan laut yang luas.</p>
<p> </p>
<p style="line-height:150%;">Shinkansen, atau disebut sebagai kereta-listrik super-cepat, adalah kereta-listrik ekspres yang berjalan dengan kecepatan maksimal 250 hingga 300 km per jam. Jaringan Shinkansen mempunyai lima rute yang menyebar dari Tokyo dan Osaka. Selama ini belum pernah terjadi kecelakaan operasional yang fatal sehingga Shinkansen dianggap merupakan sistem kereta-api berkecepatan tinggi yang paling aman di dunia.</p>
<p> </p>
<p style="line-height:150%;">Selain Shinkansen, Jepang mempunyai jaringan kereta reguler. Banyak kota besar di Jepang juga mempunyai jalur subway (kereta bawah-tanah). Sistem subway di ibu kota Tokyo yang mempunyai lebih dari 12 jalur yang mencakup jalur ratusan kilometer, dianggap merupakan yang terbaik di dunia, dan terus berkembang. Layanan angkutan kereta bagi para komuter seperti ini dipergunakan oleh jutaan orang setiap hari untuk pergi ke dan pulang dari tempat kerja, atau sekolah. Beraneka macam kereta Jepang termasyur karena kebersihannya dan ketepatan waktunya.</p>
<p style="line-height:150%;">Salah satu ilmuwan jepang adalah </p>
<p><strong>Susumu Tonegawa</strong> (利根川 進 <em>Tonegawa Susumu</em>, lahir <a title="6 September" href="/wiki/6_September">6 September</a> <a title="1939" href="/wiki/1939">1939</a>) ialah seorang <a title="Ilmuwan" href="/wiki/Ilmuwan">ilmuwan</a> <a title="Jepang" href="/wiki/Jepang">Jepang</a> yang memenangkan Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada tahun <a title="1987" href="/wiki/1987">1987</a> untuk &#8220;penemuannya atas asas <a title="Genetika" href="/wiki/Genetika">genetika</a> untuk pembangkitan ragam <a title="Antibodi" href="/wiki/Antibodi">antibodi</a>.&#8221; Meski memenangkan Hadiah Nobel untuk karyanya dalam <a title="Imunologi" href="/wiki/Imunologi">imunologi</a>, Tonegawa ialah seorang biolog molekuler yang dilatih. Di tahun-tahun terakhir, ia banting minat ke basis <a title="Molekul" href="/wiki/Molekul">molekuler</a> dan selular atas pembentukan memori.</p>
<p>Tonegawa terkenal karena menjelaskan mekanisme genetika dalam sistem kekebalan adaptif. Untuk mencapai keragaman antibodi yang diperlukan untuk melindungi terhadap tiap jenis antigen, <a title="Sistem kekebalan" href="/wiki/Sistem_kekebalan">sistem kekebalan</a> akan memerlukan jutaan pengkodean gen untuk antibodi-antibodi yang berbeda, jika setiap antibodi dikodekan oleh 1 gen. Sebagai gantinya, seperti yang ditunjukkan Tonegawa dalam serangkaian penelitian yang berawal pada tahun <a title="1976" href="/wiki/1976">1976</a>, materi genetik dapat menyusun diri untuk membentuk kesatuan luas antibodi yang tersedia. Membandungkan DNA <a title="Sel B" href="/wiki/Sel_B">sel B</a> (sejenis <a title="Sel darah putih" href="/wiki/Sel_darah_putih">sel darah putih</a>) pada anak <a title="Tikus" href="/wiki/Tikus">tikus</a> dan tikus dewasa, ia mengamati bahwa gen dalam sel B dewasa pada tikus dewasa dipindahkan ke sekeliling, direkombinasi, dan dihilangkan untuk membentuk keragaman kawasan antibodi yang tersedia.</p>
<p>Tonegawa lahir di <a title="Nagoya" href="/wiki/Nagoya">Nagoya</a>, <a title="Jepang" href="/wiki/Jepang">Jepang</a> dan masuk ke <a title="Sekolah Tinggi Hibiya (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=Sekolah_Tinggi_Hibiya&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sekolah Tinggi Hibiya</a>, Tokyo. Ia menerima gelar sarjana dari <a title="Universitas Kyoto (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=Universitas_Kyoto&amp;action=edit&amp;redlink=1">Universitas Kyoto</a> pada tahun 1963. Ia menerima gelar doktor dari <a title="Universitas California, San Diego (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=Universitas_California,_San_Diego&amp;action=edit&amp;redlink=1">Universitas California, San Diego</a>. Ia mengerjakan karya pascadoktoral di <a title="Salk Institute (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=Salk_Institute&amp;action=edit&amp;redlink=1">Salk Institute</a>, San Diego, di laboratorium <a title="Renato Dulbecco" href="/wiki/Renato_Dulbecco">Renato Dulbecco</a>, lalu bekerja di <a title="Lembaga Imunologi Basel (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=Lembaga_Imunologi_Basel&amp;action=edit&amp;redlink=1">Lembaga Imunologi Basel</a>, <a title="Basel" href="/wiki/Basel">Basel</a>, <a title="Swiss" href="/wiki/Swiss">Swiss</a>, di mana ia mengerjakan eksperimen imunologi. Pada tahun 1981, ia menjadi profesor di <a title="Institut Teknologi Massachusetts" href="/wiki/Institut_Teknologi_Massachusetts">Institut Teknologi Massachusetts</a>, mendirikan dan memimpin <a title="Picower Institute for Learning and Memory (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=Picower_Institute_for_Learning_and_Memory&amp;action=edit&amp;redlink=1">Picower Institute for Learning and Memory</a>, MIT.</p>
<p>Pada 2006, Tonegawa dituntut karena pembatasan perekrutan kandidat staf pengajar muda wanita di <a title="McGovern Institute for Brain Research (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=McGovern_Institute_for_Brain_Research&amp;action=edit&amp;redlink=1">McGovern Institute for Brain Research</a>, satuan neurosains MIT lainnya, dengan menginformasikannya bahwa mereka mungkin akan menjadi pesaing di MIT. Dalam sebuah surat kepada Presiden MIT <a title="Susan Hockfield (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=Susan_Hockfield&amp;action=edit&amp;redlink=1">Susan Hockfield</a>, 11 profesor wanita di MIT yang masih menjabat meminta investigasi atas perlakuan yang mungkin tak beretika. Sebuah investigasi oleh komite internal MIT menyampaikan laporan kepada pembantu rektor, yang bersama pimpinan menulis surat kepada komunitas MIT. Komite itu tak menemukan bukti atas prasangka jender. Pada tanggal 17 November 2006, Tonegawa mengumumkan pengunduran dirinya sebagai direktur <a title="Picower Institute for Learning and Memory (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=Picower_Institute_for_Learning_and_Memory&amp;action=edit&amp;redlink=1">Picower Institute for Learning and Memory</a>, efektif sejak 31 Desember 2006.</p>
<p style="line-height:150%;"><a href="http://www.google.com/imgres?imgurl=http://www.id.emb-japan.go.jp/image/expl15_03.jpg&amp;imgrefurl=http://www.id.emb-japan.go.jp/expljp_15.html&amp;h=213&amp;w=203&amp;sz=5&amp;tbnid=5VxcfqS6-YHlGM:&amp;tbnh=106&amp;tbnw=101&amp;prev=/images%3Fq%3Dteknologi%2Bjepang&amp;hl=en&amp;usg=__XAbPH_Oh1nqiSAmdwIePpNONuFw=&amp;ei=co_ISsuSEYT66wPw0IynDQ&amp;sa=X&amp;oi=image_result&amp;resnum=2&amp;ct=image">http://www.google.com/imgres?imgurl=http://www.id.emb-japan.go.jp/image/expl15_03.jpg&amp;imgrefurl=http://www.id.emb-japan.go.jp/expljp_15.html&amp;h=213&amp;w=203&amp;sz=5&amp;tbnid=5VxcfqS6-YHlGM:&amp;tbnh=106&amp;tbnw=101&amp;prev=/images%3Fq%3Dteknologi%2Bjepang&amp;hl=en&amp;usg=__XAbPH_Oh1nqiSAmdwIePpNONuFw=&amp;ei=co_ISsuSEYT66wPw0IynDQ&amp;sa=X&amp;oi=image_result&amp;resnum=2&amp;ct=image</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajengbocil.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajengbocil.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajengbocil.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajengbocil.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ajengbocil.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ajengbocil.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ajengbocil.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ajengbocil.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajengbocil.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajengbocil.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajengbocil.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajengbocil.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajengbocil.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajengbocil.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajengbocil.wordpress.com&amp;blog=9413008&amp;post=64&amp;subd=ajengbocil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajengbocil.wordpress.com/2009/10/04/teknologi-jepang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/73551c48109b7dc991db2d0393cdc462?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ajengbocil</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.id.emb-japan.go.jp/image/expl15_03.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Manga (komik)</title>
		<link>http://ajengbocil.wordpress.com/2009/10/02/manga-komik/</link>
		<comments>http://ajengbocil.wordpress.com/2009/10/02/manga-komik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 15:25:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajengbocil</dc:creator>
				<category><![CDATA[terkenal di jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajengbocil.wordpress.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Manga (漫画) (baca: man-ga, atau ma-ng-ga) merupakan kata komik dalam bahasa Jepang; di luar Jepang, kata tersebut digunakan khusus untuk membicarakan tentang komik Jepang. Mangaka (漫画家) (baca: man-ga-ka, atau ma-ng-ga-ka) adalah orang yang menggambar manga.  Manga di Jepang Majalah-majalah manga di Jepang biasanya terdiri dari beberapa judul komik yang masing-masing mengisi sekitar 30-40 halaman majalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajengbocil.wordpress.com&amp;blog=9413008&amp;post=60&amp;subd=ajengbocil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Manga</strong></em> (漫画) (baca: man-ga, atau ma-ng-ga) merupakan kata <a title="Komik" href="/wiki/Komik">komik</a> dalam <a title="Bahasa Jepang" href="/wiki/Bahasa_Jepang">bahasa Jepang</a>; di luar <a title="Jepang" href="/wiki/Jepang">Jepang</a>, kata tersebut digunakan khusus untuk membicarakan tentang komik Jepang. <em><a title="Mangaka" href="/wiki/Mangaka">Mangaka</a></em> (漫画家) (baca: man-ga-ka, atau ma-ng-ga-ka) adalah orang yang menggambar <strong>manga.</strong></p>
<h2> <span id="Manga_di_Jepang-headline">Manga di Jepang</span></h2>
<p>Majalah-majalah manga di Jepang biasanya terdiri dari beberapa judul komik yang masing-masing mengisi sekitar 30-40 halaman majalah itu (satu <em>chapter</em>/bab). Majalah-majalah tersebut sendiri biasanya mempunyai tebal berkisar antara 200 hingga 850 halaman. Sebuah judul manga yang sukses dapat terbit hingga bertahun-tahun seperti &#8220;<em>ジョジョの奇妙な冒険 / Jojo no Kimyō na Bōken / <strong>JoJo&#8217;s Bizarre Adventure</strong></em> / <em>Misi Rahasia</em>&#8220;. Umumnya, judul-judul yang sukses dapat diangkat untuk dijadikan dalam bentuk animasi (atau sekarang lebih dikenal dengan istilah ANIME) contohnya adalah seperti <em>Naruto, Bleach</em> dan <em>One Piece</em></p>
<p>Beberapa manga cerita aslinya bisa diangkat berdasarkan dari novel / visual novel, contohnya adalah &#8220;Basilisk&#8221; (tidak beredar di Indonesia) berdasarkan dari novel &#8220;<em>甲賀忍法帖, Kōga Ninpōchō</em>&#8221; oleh <strong>Futaro Yamada</strong>, yang menceritakan pertarungan antara klan ninja Tsubagakure Iga dan klan ninja Manjidani Koga. Ada juga yang mengangkat dari segi sejarah, seperti sejarah Tiga Kerajaan (The Three Kingdom) seperti Legenda Naga (<em>Ryuuroden</em>) dan sejarah-sejarah Jepang, kadang ada yang memakai nama yang benar benar ada, ada juga yang memakai tokoh fiktif</p>
<div>
<div style="width:182px;"><a href="Dbthemovie-goku.JPG"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/1/13/Dbthemovie-goku.JPG/180px-Dbthemovie-goku.JPG" alt="" width="180" height="133" /></a> </p>
<div>Tokoh Goku dalam <a title="Dragonball Evolution (film)" href="/wiki/Dragonball_Evolution_(film)">Dragonball Evolution</a></div>
</div>
</div>
<p>Setelah beberapa lama, cerita-cerita dari majalah itu akan dikumpulkan dan dicetak dalam bentuk buku berukuran biasa, yang disebut <em>tankōbon</em> (atau kadang dikenal sebagai istilah volume). Komik dalam bentuk ini biasanya dicetak di atas kertas berkualitas tinggi dan berguna buat orang-orang yang tidak atau malas membeli majalah-majalah manga yang terbit mingguan yang memiliki beragam campuran cerita/judul. Dari bentuk tankōbon inilah manga biasanya diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa lain di negara-negara lain seperti Indonesia.</p>
<p>Untuk beberapa judul (yang sukses) bahkan telah/akan dibuat versi manusia (<a title="Live Action (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=Live_Action&amp;action=edit&amp;redlink=1">Live Action</a>, atau kadang disingkat sebagai L.A. di jepang), beberapa judul yang telah diangkat menjadi Live Action adalah <em>Death Note, Detektif Conan, GeGeGe no Kintaro, Cutie Honie, Casshern, DevilMan, Saigake!! Otokojuku</em> dan lain lain <sup><a href="#cite_note-1">[2]</a></sup></p>
<p>Lebih lanjut sebagian judul juga akan dibuat remake kembali secara internasional oleh produsen di luar negara Jepang, seperti Amerika, yang membuat film Live Action Dragon Ball versi Hollywood (20&#8242;th Century Fox)<sup><a href="#cite_note-2">[3]</a></sup>, dan kabarnya juga akan dibuat versi live action dari <em><a title="Death Note" href="/wiki/Death_Note">Death Note</a></em> oleh pihak produser barat<sup><a href="#cite_note-3">[4]</a></sup>.</p>
<h3> <span id="Berdasarkan_jenis_pembaca-headline">Berdasarkan jenis pembaca</span></h3>
<ul>
<li>Manga yang khusus ditujukan untuk anak-anak disebut <em><a title="Kodomo (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=Kodomo&amp;action=edit&amp;redlink=1">kodomo</a></em> (子供) — untuk anak-anak.</li>
<li>Manga yang khusus ditujukan untuk (Wanita) dewasa disebut <em><a title="Josei (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=Josei&amp;action=edit&amp;redlink=1">josei</a></em> (女性) (atau <em>redikomi</em>) — wanita.</li>
<li>Manga yang khusus ditujukan untuk dewasa disebut <em><a title="Seinen (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=Seinen&amp;action=edit&amp;redlink=1">seinen</a></em> (青年) — pria.</li>
<li>Manga yang khusus ditujukan untuk perempuan disebut <em>shōjo</em> (少女) — remaja perempuan.</li>
<li>Manga yang khusus ditujukan untuk laki-laki disebut <em>shōnen</em> (少年) — remaja lelaki.</li>
</ul>
<p>Banyak dari jenis-jenis ini juga berlaku untuk <a title="Anime" href="/wiki/Anime">anime</a> dan <a title="Permainan komputer" href="/wiki/Permainan_komputer">permainan komputer</a> Jepang.</p>
<p>Dua penerbit manga terbesar di Jepang adalah Shogakukan (小学館) <a rel="nofollow" href="http://www.shogakukan.co.jp/">[1]</a> dan Shueisha (集英社) <a rel="nofollow" href="http://www.shueisha.co.jp/">[2]</a>.</p>
<h3> <span id="Gaya_penggambaran-headline">Gaya penggambaran</span></h3>
<p>Rata-rata mangaka di Jepang menggunakan gaya/<em>style</em> sederhana dalam menggambar manga. Tetapi, gambar latar belakangnya hampir semua manga digambar serealistis mungkin, biarpun gambar karakternya benar-benar sederhana. Para mangaka menggambar sederhana khususnya pada bagian muka, dengan ciri khas mata besar, mulut kecil dan hidung sejumput. Ada juga gaya menggambar <a title="Lolicon" href="/wiki/Lolicon">Lolicon</a> maupun <a title="Shotacon" href="/wiki/Shotacon">Shotacon</a>.</p>
<p>Tidak semua manga digambarkan dengan sederhana. Beberapa mangaka menggunakan style yang realistis, walaupun dalam beberapa elemen masih bisa dikategorikan manga. Seperti contohnya <a title="Vagabond" href="/wiki/Vagabond">Vagabond</a>, karya <a title="Takehiko Inoue" href="/wiki/Takehiko_Inoue">Takehiko Inoue</a> yang menonjolkan penggunaan arsir, proporsi seimbang dan setting yang realistis.<sup><span style="white-space:nowrap;" title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan.">[<em>rujukan?</em>]</span></sup> Tetap, Vagabond dikategorikan manga karena gaya penggambaran mata, serta beberapa bagian yang simpel. Manga juga biasa digambar dalam <a title="Monochrome (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=Monochrome&amp;action=edit&amp;redlink=1">monochrome</a> dan gradasinya yang biasa disebut <em>tone</em>.</p>
<p>Untuk komik jangka panjang atau yang memiliki ratusan volume, umumnya seiring dengan perkembangan waktu, para mangaka akan mengalami perubahan goresan yang cukup signifikan.<sup><span style="white-space:nowrap;" title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan.">[<em>rujukan?</em>]</span></sup> Contoh yang umum di Indonesia mungkin karaya <em>Hojo Tsukasa</em> yang dari <a title="Cat Eyes (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=Cat_Eyes&amp;action=edit&amp;redlink=1">Cat Eyes</a> berubah menjadi seperti dalam <em>City Hunter</em>. Atau karya lain <a title="Ah ! My Goddess (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=Ah_!_My_Goddess&amp;action=edit&amp;redlink=1">Ah ! My Goddess</a> yang dimulai sejak <a title="1988" href="/wiki/1988">1988</a> dan sampai sekarang masih terus berjalan. <a title="One Piece" href="/wiki/One_Piece">One Piece</a> and <a title="Naruto" href="/wiki/Naruto">Naruto</a> pun cukup berubah bila dibandingkan pada goresan volume volume awal.<sup><span style="white-space:nowrap;" title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan.">[<em>rujukan?</em>]</span></sup></p>
<p><sup></sup> <span id="Doujinshi-headline"><strong>Doujinshi</strong></span></p>
<p>Doujinshi adalah sebutan bagi manga yang dibuat oleh <a title="Fans (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=Fans&amp;action=edit&amp;redlink=1">fans</a> manga tersebut yang memiliki alur cerita atau ending yang berbeda dari manga aslinya. Para fans ini biasa mendistribusikannya dari tangan ke tangan, dijual secara <em>indie</em> di toko doujinshi, atau mengikuti <a title="Konvensi" href="/wiki/Konvensi">konvensi</a> akbar doujinshi yang biasa disebut Comiket. Disini dijual ribuan judul doujinshi tiap tahunnya. Pengunjungnya bisa mencapai 400.000 orang.</p>
<p>Doujinshi sendiri kadang menjadi batu loncatan seseorang/kelompok untuk menjadi mangaka. Ken Akamatsu (<a title="Love Hina" href="/wiki/Love_Hina">Love Hina</a>, <em><strong>Negima</strong></em>) juga sering membuat dojin karyanya sendiri. Manga yang bertema <a title="Hentai" href="/wiki/Hentai">hentai</a> biasanya adalah dojin dari manga tertentu yang sudah terkenal. Biasanya karakter manga tersebut memang didesain untuk jadi &#8220;sasaran&#8221; para <em>dojin-ka</em> (sebutan bagi para pembuat dojin, sama seperi <em>manga-ka</em>).</p>
<p><img src="http://www.urbis.org.uk/pictures/manga!-urbis-13-march---27-sept.-image-designed-by-tado.-logo-by-john-walsh-(snug-media).jpg" alt="" width="183" height="197" /></p>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manga">http://id.wikipedia.org/wiki/Manga</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajengbocil.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajengbocil.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajengbocil.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajengbocil.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ajengbocil.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ajengbocil.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ajengbocil.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ajengbocil.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajengbocil.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajengbocil.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajengbocil.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajengbocil.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajengbocil.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajengbocil.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajengbocil.wordpress.com&amp;blog=9413008&amp;post=60&amp;subd=ajengbocil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajengbocil.wordpress.com/2009/10/02/manga-komik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/73551c48109b7dc991db2d0393cdc462?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ajengbocil</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/1/13/Dbthemovie-goku.JPG/180px-Dbthemovie-goku.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://www.urbis.org.uk/pictures/manga!-urbis-13-march---27-sept.-image-designed-by-tado.-logo-by-john-walsh-(snug-media).jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Harajuku</title>
		<link>http://ajengbocil.wordpress.com/2009/10/02/harajuku/</link>
		<comments>http://ajengbocil.wordpress.com/2009/10/02/harajuku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 15:07:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajengbocil</dc:creator>
				<category><![CDATA[terkenal di jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajengbocil.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[  Suasana di Harajuku Harajuku (原宿 ?) adalah sebutan populer untuk kawasan di sekitar Stasiun JR Harajuku, Distrik Shibuya, Tokyo. Kawasan ini terkenal sebagai tempat anak-anak muda berkumpul. Lokasinya mencakup sekitar Kuil Meiji, Taman Yoyogi, pusat perbelanjaan Jalan Takeshita (Takeshita-dōri), department store Laforet, dan Gimnasium Nasional Yoyogi. Harajuku bukan sebutan resmi untuk nama tempat, dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajengbocil.wordpress.com&amp;blog=9413008&amp;post=56&amp;subd=ajengbocil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="bodyContent">
<div>
<div style="width:182px;"><a href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Berkas:Harajuku_girls,_Tokyo.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ee/Harajuku_girls%2C_Tokyo.jpg/180px-Harajuku_girls%2C_Tokyo.jpg" alt="" width="180" height="135" /></a> </p>
<div>Suasana di Harajuku</div>
</div>
</div>
<p><strong>Harajuku</strong> <span style="font-weight:normal;">(原宿 <sup><a title="Bantuan:Bahasa Jepang" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Bantuan:Bahasa_Jepang"><span style="font:bold 80% sans-serif;color:#00e;text-decoration:none;padding:0 .1em;">?</span></a></sup>)</span> adalah sebutan populer untuk kawasan di sekitar Stasiun JR Harajuku, Distrik Shibuya, <a title="Tokyo" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Tokyo">Tokyo</a>. Kawasan ini terkenal sebagai tempat anak-anak muda berkumpul. Lokasinya mencakup sekitar <a title="Kuil Meiji (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Kuil_Meiji&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kuil Meiji</a>, <a title="Taman Yoyogi (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Taman_Yoyogi&amp;action=edit&amp;redlink=1">Taman Yoyogi</a>, pusat perbelanjaan <a title="Jalan Takeshita (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Jalan_Takeshita&amp;action=edit&amp;redlink=1">Jalan Takeshita</a> (<em>Takeshita-dōri</em>), <em>department store</em> <a title="Laforet (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Laforet&amp;action=edit&amp;redlink=1">Laforet</a>, dan <a title="Gimnasium Nasional Yoyogi (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Gimnasium_Nasional_Yoyogi&amp;action=edit&amp;redlink=1">Gimnasium Nasional Yoyogi</a>. Harajuku bukan sebutan resmi untuk nama tempat, dan tidak dicantumkan sewaktu menulis alamat.</p>
<p>Sekitar tahun <a title="1980-an" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/1980-an">1980-an</a>, Harajuku merupakan tempat berkembangnya <a title="Subkultur" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Subkultur">subkultur</a> <a title="Takenoko-zoku (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Takenoko-zoku&amp;action=edit&amp;redlink=1">Takenoko-zoku</a>. Sampai hari ini, kelompok anak muda berpakaian aneh bisa dijumpai di kawasan Harajuku. Selain itu, anak-anak sekolah dari berbagai pelosok di Jepang sering memasukkan Harajuku sebagai tujuan studi wisata sewaktu berkunjung ke Tokyo.</p>
<p>Sebetulnya sebutan &#8220;Harajuku&#8221; hanya digunakan untuk kawasan di sebelah utara <a title="Omotesando, Tokyo (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Omotesando,_Tokyo&amp;action=edit&amp;redlink=1">Omotesando</a>. Onden adalah nama kawasan di sebelah selatan Omotesando, namun nama tersebut tidak populer dan ikut disebut Harajuku.</p>
<h2> <span id="Sejarah-headline">Sejarah</span></h2>
<div>
<div style="width:182px;"><a href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Berkas:Watermill_at_Onden.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/3b/Watermill_at_Onden.jpg/180px-Watermill_at_Onden.jpg" alt="" width="180" height="121" /></a> </p>
<div>&#8220;Kincir air di Onden&#8221; (dari <a title="36 Pemandangan Gunung Fuji" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/36_Pemandangan_Gunung_Fuji">36 Pemandangan Gunung Fuji</a> karya Hokusai)</div>
</div>
</div>
<p>Sebelum <a title="Zaman Edo" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Zaman_Edo">zaman Edo</a>, Harajuku merupakan salah satu kota penginapan (<em>juku</em>) bagi orang yang bepergian melalui rute <a title="Jalan Utama Kamakura (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Jalan_Utama_Kamakura&amp;action=edit&amp;redlink=1">Jalan Utama Kamakura</a>. <a title="Tokugawa Ieyasu" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Tokugawa_Ieyasu">Tokugawa Ieyasu</a> menghadiahkan penguasaan Harajuku kepada <a title="Ninja" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Ninja">ninja</a> dari <a title="Provinsi Iga" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Provinsi_Iga">Provinsi Iga</a> yang membantunya melarikan diri dari <a title="Sakai, Osaka" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Sakai,_Osaka">Sakai</a> setelah terjadi <a title="Insiden Honnōji (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Insiden_Honn%C5%8Dji&amp;action=edit&amp;redlink=1">Insiden Honnōji</a>.</p>
<p>Di zaman Edo, kelompok ninja dari Iga mendirikan markas di Harajuku untuk melindungi kota <a title="Edo" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Edo">Edo</a> karena letaknya yang strategis di bagian selatan <a title="Jalan Utama Kōshū (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Jalan_Utama_K%C5%8Dsh%C5%AB&amp;action=edit&amp;redlink=1">Jalan Utama Kōshū</a>. Selain ninja, samurai kelas <a title="Bakushin (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Bakushin&amp;action=edit&amp;redlink=1">Bakushin</a> juga memilih untuk bertempat tinggal di Harajuku. Petani menanam padi di daerah tepi <a title="Sungai Shibuya (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Sungai_Shibuya&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sungai Shibuya</a>, dan menggunakan <a title="Kincir air (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Kincir_air&amp;action=edit&amp;redlink=1">kincir air</a> untuk menggiling padi atau membuat tepung.</p>
<p>Di <a title="Zaman Meiji" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Zaman_Meiji">zaman Meiji</a>, Harajuku dibangun sebagai kawasan penting yang menghubungkan kota Tokyo dengan wilayah sekelilingnya. Pada tahun <a title="1906" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/1906">1906</a>, Stasiun JR Harajuku dibuka sebagai bagian dari perluasan jalur kereta api <a title="Jalur Yamanote" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Jalur_Yamanote">Yamanote</a>. Setelah itu, <a title="Omotesando, Tokyo (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Omotesando,_Tokyo&amp;action=edit&amp;redlink=1">Omotesando</a> (jalan utama ke kuil) dibangun pada tahun <a title="1919" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/1919">1919</a> setelah <a title="Kuil Meiji (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Kuil_Meiji&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kuil Meiji</a> didirikan.</p>
<p>Setelah dibukanya berbagai department store pada tahun 1970-an, Harajuku menjadi pusat busana. Kawasan ini menjadi terkenal di seluruh Jepang setelah diliput majalah fesyen seperti <em><a title="Anan (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Anan&amp;action=edit&amp;redlink=1">Anan</a></em> dan <em><a title="Non-no (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Non-no&amp;action=edit&amp;redlink=1">non-no</a></em>. Pada waktu itu, kelompok gadis-gadis yang disebut <a title="Annon-zoku (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Annon-zoku&amp;action=edit&amp;redlink=1">Annon-zoku</a> sering dijumpai berjalan-jalan di kawasan Harajuku. Gaya busana mereka meniru busana yang dikenakan model majalah <em>Anan</em> dan <em>non-no</em>.</p>
<p>Sekitar tahun 1980-an, <a title="Jalan Takeshita (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Jalan_Takeshita&amp;action=edit&amp;redlink=1">Jalan Takeshita</a> menjadi ramai karena orang ingin melihat <a title="Takenoko-zoku (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Takenoko-zoku&amp;action=edit&amp;redlink=1">Takenoko-zoku</a> yang berdandan aneh dan menari di jalanan. Setelah ditetapkan sebagai kawasan khusus pejalan kaki, Harajuku menjadi tempat berkumpul favorit anak-anak muda. Setelah Harajuku makin ramai, butik yang menjual barang dari merek-merek terkenal mulai bermunculan di Omotesando sekitar tahun 1990-an.</p>
<p><a href="http://www.japanforum.com/gallery/showphoto.php?photo=909&amp;size=big&amp;cat="><img src="http://www.japanforum.com/gallery/data/2/medium/harajuku-fashion-01-20-07-017.jpg" border="0" alt="" width="210" height="260" /></a></p>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Harajuku">http://id.wikipedia.org/wiki/Harajuku</a></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajengbocil.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajengbocil.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajengbocil.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajengbocil.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ajengbocil.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ajengbocil.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ajengbocil.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ajengbocil.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajengbocil.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajengbocil.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajengbocil.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajengbocil.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajengbocil.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajengbocil.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajengbocil.wordpress.com&amp;blog=9413008&amp;post=56&amp;subd=ajengbocil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajengbocil.wordpress.com/2009/10/02/harajuku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/73551c48109b7dc991db2d0393cdc462?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ajengbocil</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ee/Harajuku_girls%2C_Tokyo.jpg/180px-Harajuku_girls%2C_Tokyo.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/3b/Watermill_at_Onden.jpg/180px-Watermill_at_Onden.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.japanforum.com/gallery/data/2/medium/harajuku-fashion-01-20-07-017.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Istana Osaka</title>
		<link>http://ajengbocil.wordpress.com/2009/10/02/istana-osaka/</link>
		<comments>http://ajengbocil.wordpress.com/2009/10/02/istana-osaka/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 13:24:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajengbocil</dc:creator>
				<category><![CDATA[tempat wisata jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajengbocil.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[  Menara Utama Istana Osaka   Istana Osaka Istana Osaka (大阪城 ,Ōsaka-jō?) adalah istana yang terletak di dalam Taman Istana Osaka, distrik Chuo-ku, kota Osaka, Jepang. Istana Osaka berada di ujung paling sebelah utara daerah Uemachi, menempati lokasi tanah yang paling tinggi dibandingkan dengan wilayah sekelilingnya. Istana Osaka merupakan bangunan peninggalan budaya yang dilindungi oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajengbocil.wordpress.com&amp;blog=9413008&amp;post=46&amp;subd=ajengbocil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="bodyContent">
<div>
<div style="width:262px;"><a href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Berkas:Osaka_Castle_Nishinomaru_Garden_April_2005.JPG"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/ac/Osaka_Castle_Nishinomaru_Garden_April_2005.JPG/260px-Osaka_Castle_Nishinomaru_Garden_April_2005.JPG" alt="" width="260" height="195" /></a> </div>
<div>Menara Utama Istana Osaka</div>
</div>
</div>
<div>
<div style="width:262px;"><a href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Berkas:Osaka_Castle_02bs3200.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e4/Osaka_Castle_02bs3200.jpg/260px-Osaka_Castle_02bs3200.jpg" alt="" width="260" height="170" /></a> </div>
<div>Istana Osaka</div>
</div>
<p><strong>Istana Osaka</strong> <span style="font-weight:normal;">(大阪城 <span style="display:none;">,</span><em>Ōsaka-jō</em><sup><a title="Bantuan:Bahasa Jepang" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Bantuan:Bahasa_Jepang"><span style="font:bold 80% sans-serif;color:#00e;text-decoration:none;padding:0 .1em;">?</span></a></sup>)</span> adalah <a title="Istana Jepang" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Istana_Jepang">istana</a> yang terletak di dalam <a title="Taman Istana Osaka" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Taman_Istana_Osaka">Taman Istana Osaka</a>, distrik <a title="Chuo-ku (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Chuo-ku&amp;action=edit&amp;redlink=1">Chuo-ku</a>, kota <a title="Osaka" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Osaka">Osaka</a>, <a title="Jepang" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Jepang">Jepang</a>. Istana Osaka berada di ujung paling sebelah utara daerah Uemachi, menempati lokasi tanah yang paling tinggi dibandingkan dengan wilayah sekelilingnya.</p>
<p>Istana Osaka merupakan bangunan peninggalan budaya yang dilindungi oleh pemerintah Jepang. Menara utama Istana Osaka yang menjulang tinggi merupakan simbol kota Osaka.</p>
<p>Istana Osaka dimanfaatkan sebagai istana sekaligus benteng sejak zaman Azuchi Momoyama hingga <a title="Zaman Edo" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Zaman_Edo">zaman Edo</a>. Istana Osaka yang ada sekarang terdiri dari menara utama yang dilindungi oleh dua lapis tembok tinggi yang dikelilingi oleh dua lapis parit, parit bagian dalam (<em>Uchibori</em>) dan parit bagian luar (<em>Sotobori</em>). Air yang digunakan untuk mengaliri parit istana diambil dari Sungai Yodo mengalir di sebelah utara Istana Osaka.</p>
<p>Menurut orang Jepang zaman dulu, Istana Osaka (大坂城; <em>Ōsaka-jō</em> atau <em>Ōzaka-jō</em>) berada di provinsi <a title="Setsu (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Setsu&amp;action=edit&amp;redlink=1">Setsu</a> (nama zaman dulu untuk Osaka dan sekelilingnya), wilayah Higashinari Goori, Osaka. Sesuai dengan penggantian karakter <a title="Kanji" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Kanji">Kanji</a> yang digunakan untuk menulis kota Osaka dalam bahasa Jepang, nama Istana Osaka sekarang ditulis sebagai 大阪城 (Ōsaka-jō).</p>
<h2> <span id="Sejarah-headline">Sejarah</span></h2>
<p>Pada tahun 1496, pendeta <a title="Buddha" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Buddha">Buddha</a> yang bernama Rennyo membangun rumah kediaman pendeta di lokasi yang bernama Osaka (tanjakan besar). Pendeta Rennyo yang mempunyai banyak pengikut kemudian memperluas rumah kediamannya menjadi kuil besar bernama Osaka Honganji (Ishiyama Honganji).</p>
<p>Di <a title="Zaman Sengoku" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Zaman_Sengoku">zaman Sengoku</a> (tahun 1583), <a title="Oda Nobunaga" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Oda_Nobunaga">Oda Nobunaga</a> membangun istana di lokasi yang menempati reruntuhan kuil Osaka Honganji. Pada waktu itu, benteng utama (<em>Honmaru</em>) yang dibangun dari batu-batu besar diselesaikan dalam waktu satu setengah tahun. Istana ini kemudian dinamakan Istana Osaka. Pada abad ke-17, pemukiman penduduk yang berlokasi di sekitar Istana Osaka berkembang menjadi sebuah kota, yang kemudian menjadi semakin luas hingga dijadikan sebuah prefektur di abad ke-19.</p>
<h3> <span id="Istana_Osaka_Generasi_Pertama-headline">Istana Osaka Generasi Pertama</span></h3>
<p>Pembangunan Istana Osaka generasi pertama memakan waktu 15 tahun, dimulai tahun <a title="1583" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/1583">1583</a> dan selesai tahun 1598. Pembangunannya dimulai oleh <a title="Toyotomi Hideyoshi" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Toyotomi_Hideyoshi">Toyotomi Hideyoshi</a> sewaktu Hideyoshi masih merupakan bawahan Oda Nobunaga.</p>
<p>Pada saat itu, Istana Osaka jauh lebih luas dibandingkan dengan Istana Osaka yang ada sekarang. Toyotomi Hideyoshi berkuasa setelah Oda Nobunaga tutup usia dan menjadikan Istana Osaka sebagai pusat pemerintahan. Toyotomi Hideyoshi tidak tinggal di Istana Osaka, melainkan di tempat-tempat kediamannya yang ada di Kyoto: Jurakudai (yang juga disebut Jurakutei) dan <a title="Istana Fushimi (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Istana_Fushimi&amp;action=edit&amp;redlink=1">Istana Fushimi</a>.</p>
<p>Menurut catatan oleh <em><a title="Daimyo" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Daimyo">daimyo</a></em> yang bernama <a title="Otomo Sorin (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Otomo_Sorin&amp;action=edit&amp;redlink=1">Otomo Sorin</a> (1530-1587), Istana Osaka merupakan bangunan istana yang paling megah tiada banding pada zaman itu, menara utamanya terdiri dari 5 tingkat yang atapnya dilapisi dengan emas. Sebelum Toyotomi Hideyoshi meninggal, pembangunan Istana Osaka diteruskan dengan pengembangan wilayah Ninomaru, Sannomaru, Sogamae (pertahanan paling luar Istana Osaka yang berupa bangunan tembok dari tanah yang dikeraskan), dan penggalian 3 lapis parit sebagai pertahanan istana.</p>
<p>Setelah Toyotomi Hideyoshi meninggal karena usia lanjut pada tahun <a title="1599" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/1599">1599</a>, Hideyoshi digantikan oleh puteranya yang bernama <a title="Toyotomi Hideyori" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Toyotomi_Hideyori">Toyotomi Hideyori</a> yang pindah dari <a title="Istana Fushimi (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Istana_Fushimi&amp;action=edit&amp;redlink=1">Istana Fushimi</a> ke Istana Osaka yang baru saja selesai. Pada saat itu Tokugawa Ieyasu mendirikan pemerintahan yang disebut <a title="Keshogunan Togukawa (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Keshogunan_Togukawa&amp;action=edit&amp;redlink=1">Keshogunan Togukawa</a> yang bertentangan dengan Toyotomi Hideyori yang memerintah provinsi <a title="Setsu (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Setsu&amp;action=edit&amp;redlink=1">Setsu</a>. Dalam <a title="Pertempuran Musim Dingin Osaka (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Pertempuran_Musim_Dingin_Osaka&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pertempuran Musim Dingin Osaka</a> tahun <a title="1614" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/1614">1614</a>, Tokugawa Ieyasu memimpin serangan besar-besaran menyerbu Toyotomi Hideyori yang hanya mampu bertahan di dalam Istana Osaka.</p>
<p>Dalam perjanjian perdamaian dengan Tokugawa Ieyasu, Toyotomi Hideyori yang kalah perang, setuju untuk menghancurkan Sannomaru, Sogamae dan parit lapis ketiga yang melindungi Istana Osaka. Berdasarkan perjanjian ini, pertahanan istana berupa parit luar (<em>sotobori</em>) yang ada di daerah Ninomaru juga harus diuruk sehingga Istana Osaka tidak dapat lagi digunakan untuk perang, sehingga yang tersisa hanyalah parit dalam (<em>uchibori</em>) dan benteng utama (<em>Honmaru</em>) saja.</p>
<p>Toyotomi Hideyori kemudian berusaha kembali membangun pertahanan militer di Istana Osaka yang dianggap <a title="Tokugawa Ieyasu" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Tokugawa_Ieyasu">Tokugawa Ieyasu</a> melanggar perjanjian damai yang telah disetujui. Pada tahun berikutnya, Tokugawa Ieyasu mengirim pasukan besar-besaran untuk menghancurkan Toyotomi Hideyori dalam <a title="Pertempuran Musim Panas Osaka (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Pertempuran_Musim_Panas_Osaka&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pertempuran Musim Panas Osaka</a> tahun <a title="1615" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/1615">1615</a>.</p>
<h3> <span id="Istana_Osaka_Generasi_Kedua-headline">Istana Osaka Generasi Kedua</span></h3>
<div>
<div style="width:162px;"><a href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Berkas:HideyoriYodoJijinM0678.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/d6/HideyoriYodoJijinM0678.jpg/160px-HideyoriYodoJijinM0678.jpg" alt="" width="160" height="240" /></a> </div>
<div>Tempat Toyotomi Hideyori dan Ibundanya ditemukan tewas bunuh diri</div>
</div>
<p>Istana Osaka jatuh pada Pertempuran Musim Panas Osaka di tahun <a title="1615" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/1615">1615</a> dan <a title="Toyotomi Hideyori" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Toyotomi_Hideyori">Toyotomi Hideyori</a> ditemukan tewas bunuh diri bersama-sama dengan ibundanya yang bernama <a title="Yodo dono (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Yodo_dono&amp;action=edit&amp;redlink=1">Yodo dono</a>. Tokugawa Ieyasu kemudian menghancurkan Istana Osaka yang baru saja selesai dibangun.</p>
<p>Sisa-sisa Istana Osaka beralih ke tangan <a title="Matsudaira Tadaaki (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Matsudaira_Tadaaki&amp;action=edit&amp;redlink=1">Matsudaira Tadaaki</a> yang merupakan cucu Tokugawa Ieyasu. Pemerintahan daerah pada zaman kekuasaan <a title="Keshogunan Tokugawa" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Keshogunan_Tokugawa">Keshogunan Tokugawa</a> sebagian besar didelegasikan kepada para <em><a title="Daimyo" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Daimyo">daimyo</a></em>, tetapi mengingat nilai strategis Istana Osaka, Keshogunan Tokugawa menjadikan wilayah Osaka dan sekitarnya pada tahun 1619 sebagai wilayah <em>Tenryo</em> (wilayah yang diperintah langsung oleh pemerintah pusat).</p>
<p>Pada tahun 1620, pembangunan Istana Osaka dimulai kembali oleh <a title="Tokugawa Hidetada (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Tokugawa_Hidetada&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tokugawa Hidetada</a> (1579 &#8211; 1632) dengan gambar rancangan yang baru. Sebagai anak ketiga dari Tokugawa Ieyasu, Tokugawa Hidetada lebih banyak dikenal sebagai <a title="Shogun" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Shogun">shogun</a> kedua mengikuti jejak ayahnya yang merupakan shogun pertama Jepang.</p>
<p>Pembangunan kembali Istana Osaka dilakukan dalam 3 tahap dengan memobilisasi 64 <em><a title="Daimyo" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Daimyo">daimyo</a></em> untuk merekonstruksi bangunan istana berikut tembok-tembok benteng yang dibuat dari potongan-potongan batu berukuran raksasa. Semua sisa-sisa fondasi istana dan parit generasi pertama yang dibangun pada era Toyotomi Hideyoshi dihancurkan dan ditimbun lagi dengan tanah baru, sehingga Istana Osaka dibangun kembali di tempat yang lebih tinggi.</p>
<p>Rekonstruksi istana memakan waktu 10 tahun (1620-1629). Menara utama dibuat menjadi lebih tinggi dengan maksud untuk menghapus semua kenangan rakyat pada <a title="Toyotomi Hideyoshi" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Toyotomi_Hideyoshi">Toyotomi Hideyoshi</a>. Luas istana juga berkurang menjadi tinggal seperempatnya. Konon untuk membangun kembali Istana Osaka dan tembok-tembok yang mengelilinginya diperlukan 500.000 batu-batu dalam berbagai jenis dan ukuran. Pembangunan menara utama berhasil diselesaikan pada tahun <a title="1626" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/1626">1626</a>, tetapi pada tahun <a title="1665" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/1665">1665</a> terbakar habis akibat disambar petir.</p>
<p>Penguasa Istana Osaka adalah shogun Tokugawa, tetapi berhubung pemerintah Tokugawa berkedudukan di Edo, istana sehari-harinya diperintah oleh pejabat yang ditunjuk langsung oleh shogun. Pejabat pelaksana pemerintahan istana disebut <em>Osaka-jō Dai</em> yang dipilih dari daimyo paling senior (<em>fudai daimyo</em>) dan bergaji tinggi (<em>taishin</em>). Di bawah pejabat <em>Osaka-jō Dai</em> terdapat dua orang pejabat yang disebut <em>Osaka Teiban</em> dan 4 orang pejabat <em>Osaka Kaban</em> yang berfungsi sebagai pemelihara keamanan.</p>
<p>Sebelum jatuhnya Keshogunan Tokugawa pada <a title="Pertempuran Toba-Fushimi (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Pertempuran_Toba-Fushimi&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pertempuran Toba-Fushimi</a> tahun <a title="1868" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/1868">1868</a> yang sekaligus menandai akhirnya <a title="Zaman Edo" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Zaman_Edo">zaman Edo</a>, shogun Tokugawa yang memimpin pasukan Keshogunan Tokugawa sempat mundur ke Istana Osaka sebelum akhirnya melarikan diri ke Edo dengan menggunakan perahu.</p>
<p>Bangunan indah yang terdapat di dalam Istana Osaka yang bernama Honmaru Goten (Istana di Benteng Utama) dibakar habis pada pada zaman restorasi Meiji. Sisa-sisa Istana Osaka yang masih ada kemudian dikuasai oleh pemerintah baru Meiji.</p>
<h3> <span id="Istana_Osaka_Generasi_Ketiga-headline">Istana Osaka Generasi Ketiga</span></h3>
<p>Pemerintah Meiji menggunakan kawasan di dalam reruntuhan Istana Osaka sebagai fasilitas militer dan rakyat biasa dilarang masuk. Pada tahun 1928, walikota Osaka pada saat itu yang bernama <a title="Seki Hajime (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Seki_Hajime&amp;action=edit&amp;redlink=1">Seki Hajime</a> mengusulkan agar Istana Osaka dibangun kembali. Dari hasil sumbangan penduduk Osaka terkumpul uang sebanyak 1.500.000 <a title="Yen" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Yen">yen</a> yang digunakan untuk memindahkan fasilitas divisi IV angkatan darat Jepang dan membangun menara utama.</p>
<p>Pada tahun <a title="1931" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/1931">1931</a>, Istana Osaka dibangun kembali dengan menggunakan beton bertulang baja. Walaupun bangunannya berada di atas fondasi istana yang dibangun di zaman Tokugawa, menara utama Istana Osaka dibuat semirip mungkin dengan gambar asli Istana Osaka yang dibangun <a title="Toyotomi Hideyoshi" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Toyotomi_Hideyoshi">Toyotomi Hideyoshi</a>.</p>
<p>Proyek pemugaran menara utama Istana Osaka merupakan proyek pemugaran istana yang pertama dilakukan di zaman <a title="Showa" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Showa">Showa</a>. Dari lantai 1 sampai lantai 4, dinding menara utama Istana Osaka menggunakan plesteran warna putih gaya zaman Tokugawa, sedangkan lantai 5 menggunakan pernis warna hitam gaya zaman Toyotomi yang berhias gambar <a title="Harimau" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Harimau">harimau</a> dan burung Jenjang dari lembaran kertas <a title="Emas" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Emas">emas</a>. Setelah menara utama selesai dibangun, di dalamnya dijadikan <a title="Museum" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Museum">museum</a> barang-barang peninggalan bersejarah Toyotomi Hideyoshi.</p>
<p>Pada <a title="Perang Dunia II" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Perang_Dunia_II">Perang Dunia II</a>, empat bangunan Yagura di wilayah Ninomaru terbakar habis tapi untungnya bangunan menara utama selamat dari serangan udara. Dalam serangan udara yang terjadi pada hari-hari menjelang berakhirnya <a title="Perang Dunia II" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Perang_Dunia_II">Perang Dunia II</a>, bom jenis 1 ton yang banyak dijatuhkan di sekitar Istana Osaka menjadikan Istana Osaka dan daerah sekitar stasiun kereta api Kyobashi menjadi lautan api. Penumpang kereta api yang berusaha menyelamatkan diri juga tidak luput menjadi korban. Foto akibat serangan udara yang diambil dari atap kantor cabang surat kabar Mainichi yang diberi judul &#8220;Asap Hitam Tebal Membubung dengan Latar Belakang Menara Utama Istana Osaka&#8221; menjadi foto klasik yang terkenal dengan judul &#8220;Pertempuran Musim Panas Osaka&#8221; (<em>Ōsaka natsu no jin</em>) untuk mengingatkan orang pada pertempuran besar-besaran pada musim panas 1615 antara pasukan <a title="Toyotomi Hideyori" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Toyotomi_Hideyori">Toyotomi Hideyori</a> dan pasukan <a title="Tokugawa Ieyasu" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Tokugawa_Ieyasu">Tokugawa Ieyasu</a>.</p>
<p>Pada tahun <a title="1948" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/1948">1948</a> sesudah zaman pendudukan selesai, Istana Osaka dikembalikan ke pemerintah Jepang dan mulai direstorasi. Parit luar dan daerah luas yang ada disekeliling Istana Osaka dijadikan taman bernama <a title="Taman Istana Osaka" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Taman_Istana_Osaka">Taman Istana Osaka</a>. Pada tahun <a title="1950" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/1950">1950</a> setelah angin topan Jane kembali merusak Istana Osaka, pemerintah Jepang mulai serius melakukan proyek restorasi dan penelitian secara ilmiah. Pada tahun <a title="1959" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/1959">1959</a>, penggalian <a title="Arkeologi" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Arkeologi">arkeologi</a> berhasil menemukan sisa-sisa reruntuhan bangunan zaman Toyotomi Hideyoshi.</p>
<p>Penyelesaian proyek restorasi Istana Osaka memakan waktu 3 tahun, dimulai tahun <a title="1995" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/1995">1995</a> dan selesai tahun 1997, yang antara lain membangun fasilitas lift untuk penyandang cacat, orang lanjut usia dan rombongan wisatawan.</p>
<p>Menara utama Istana Osaka yang ada sekarang sudah berusia lebih dari 70 tahun. Jika dibandingkan dengan menara utama yang dibangun pada zaman Toyotomi atau zaman Tokugawa, menara utama yang dibangun di zaman Showa merupakan bangunan menara utama yang paling panjang umur.</p>
<p>Walaupun pastinya terletak di dalam lingkungan taman atau di sekitar Istana Osaka yang ada sekarang, sampai saat ini letak sebenarnya dari istana generasi pertama yang dibangun oleh Toyotomi Hideyoshi masih belum diketahui. Istana Osaka generasi pertama mungkin ada di sekitar parit luar (<em>sotobori</em>), di bawah jalan raya, atau di bawah tanah kompleks perkantoran <a title="Osaka Business Park (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Osaka_Business_Park&amp;action=edit&amp;redlink=1">Osaka Business Park</a> (OBP) yang tidak terjangkau penggalian arkeologi.</p>
<h2> <span id="Peninggalan_bersejarah-headline">Peninggalan bersejarah</span></h2>
<div>
<div style="width:262px;"><a href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Berkas:Pintu_Gerbang_Otemon_2005-07-25.JPG"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/67/Pintu_Gerbang_Otemon_2005-07-25.JPG/260px-Pintu_Gerbang_Otemon_2005-07-25.JPG" alt="" width="260" height="195" /></a> </div>
<div>Pintu Gerbang <em>Ōtemon</em>. Di atasnya terdapat <em>Tamon Yagura</em></div>
</div>
<div>
<div style="width:262px;"><a href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Berkas:Sen_gan_Yagura_2005-07-25.JPG"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/25/Sen_gan_Yagura_2005-07-25.JPG/260px-Sen_gan_Yagura_2005-07-25.JPG" alt="" width="260" height="195" /></a> </div>
<div>Menara pengawas <em>Sengan Yagura</em></div>
</div>
<ul>
<li>Pintu Gerbang <em>Otemon</em></li>
</ul>
<p>Di sudut sebelah barat daya Ninomaru, terdapat Pintu Gerbang <em>Otemon</em> (Gerbang Besar) yang merupakan pintu masuk utama ke seluruh kompleks istana. Menara pengawas yang ada di atas Pintu Gerbang Otemon disebut <em>Tamon Yagura</em>. Di sebelah utara Tamon Yagura terdapat menara pengawas bertingkat dua <em>Sengan Yagura</em> dengan gaya arsitektur zaman Tokugawa.</p>
<div>
<div style="width:262px;"><a href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Berkas:Batu_Gurita_Takoishi_2005-06-26.JPG"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/03/Batu_Gurita_Takoishi_2005-06-26.JPG/260px-Batu_Gurita_Takoishi_2005-06-26.JPG" alt="" width="260" height="195" /></a> </div>
<div>Batu Gurita (<em>Takoishi</em>)</div>
</div>
<ul>
<li>Pintu Gerbang Bunga Sakura (<em>Sakuramon</em>)</li>
</ul>
<p>Sakuramon adalah pintu gerbang ke bagian selatan benteng utama (<em>Honmaru</em>) yang diperkuat tembok batu yang di atasnya terdapat menara pengawas (<em>Yagura</em>). Pintu gerbang Sakuramon merupakan contoh pintu gerbang bergaya <em>Masugata</em>, karena dikelilingi tembok di empat sisi, mirip dengan tempat beras (bahasa Jepang: <em>Masu</em>). Pintu gerbang Sakuramon juga merupakan hasil rekonstruksi karena bangunan aslinya habis terbakar pada <a title="Zaman restorasi Meiji (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Zaman_restorasi_Meiji&amp;action=edit&amp;redlink=1">zaman restorasi Meiji</a>.</p>
<p>Tembok yang ada di sebelah utara dibangun dari batu-batu berukuran raksasa. Batu yang terbesar berukuran 59,4 meter persegi yang disebut <em>Takoishi</em> (Batu Gurita). <em>Takoishi</em> merupakan batu terbesar yang pernah digunakan dalam membangun tembok istana di Jepang. Selain batu <em>Takoishi</em>, juga terdapat batu-batu besar lain, seperti batu yang diberi nama <em>Furisodeishi</em> (Batu <a title="Kimono" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Kimono">Kimono</a> Lengan Panjang Anak Perempuan).</p>
<ul>
<li><em>Ichiban Yagura</em> dan <em>Rokuban Yagura</em></li>
</ul>
<p>Di depan pintu gerbang Sakuramon terdapat jembatan yang menjembatani parit kering (<em>Karahori</em>) yang memisahkan Honmaru dan bagian selatan Ninomaru. Di zaman Tokugawa, terdapat 7 menara pengawas (<em>Yagura</em>) yang ada di setiap sudut wilayah Ninomaru, tapi sekarang hanya tinggal dua menara pengawas yang ada: <em>Ichiban Yagura</em> (menara pengawas nomor 1) dan <em>Rokuban Yagura</em> (menara pengawas nomor 6).</p>
<ul>
<li>Sumur Kinmeisui</li>
</ul>
<p>Di samping menara utama Istana Osaka terdapat sumur tua bernama Kinmeisui yang dalamnya 33 meter. Sampai saat ini, sumur Kinmeisui masih terus mengeluarkan air dan tak pernah kering. Konon di dasar sumur dulunya diletakkan kepingan-kepingan emas yang berfungsi sebagai penawar racun, kalau-kalau ada musuh yang berusaha untuk meracuni air sumur.</p>
<div>
<div style="width:262px;"><a href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Berkas:InuiYagura.JPG"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/64/InuiYagura.JPG/260px-InuiYagura.JPG" alt="" width="260" height="195" /></a> </div>
<div>Menara Pengawas Inui (<em>Inui Yagura</em>)</div>
</div>
<ul>
<li>Taman Nishinomaru</li>
</ul>
<p>Di bagian sebelah barat Ninomaru terdapat area yang disebut Nishinomaru. Dulunya, Taman Nishinomaru yang terdapat di sebelah selatan Ninomaru merupakan rumah tinggal pegawai istana. Di musim semi, Taman Nishinomaru sangat terkenal dengan bunga <a title="Sakura" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Sakura">Sakura</a> jenis Someiyoshino. Di dalam Taman Nishinomaru terdapat bekas gudang mesiu (<em>Ensho Gura</em>) dan menara pengawas bernama <em>Inui Yagura</em> (dibangun tahun 1620) yang merupakan bangunan tertua yang terdapat di Istana Osaka.</p>
<ul>
<li>Wilayah Ninomaru dan Jembatan Gokurakubashi</li>
</ul>
<p>Jembatan Gokurakubashi yang ada di atas Parit Dalam (<em>Uchibori</em>) merupakan tempat berfoto favorit para wisatawan yang baru saja sampai di Istana Osaka. Jembatan ini menghubungkan wilayah Yamazatomaru (yang ada di sebelah barat Honmaru) dengan Ninomaru.　Di bagian timur Ninomaru terdapat Taman Bunga Plum yang memiliki lebih dari seribu batang pohon dari 80 jenis pohon Plum. Di awal Januari sampai Maret di saat bunga Plum mekar, taman ini ramai dikunjungi wisatawan yang datang untuk menikmati keindahan dan harumnya bunga Plum.</p>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Istana_Osaka">http://id.wikipedia.org/wiki/Istana_Osaka</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajengbocil.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajengbocil.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajengbocil.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajengbocil.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ajengbocil.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ajengbocil.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ajengbocil.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ajengbocil.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajengbocil.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajengbocil.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajengbocil.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajengbocil.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajengbocil.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajengbocil.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajengbocil.wordpress.com&amp;blog=9413008&amp;post=46&amp;subd=ajengbocil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajengbocil.wordpress.com/2009/10/02/istana-osaka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/73551c48109b7dc991db2d0393cdc462?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ajengbocil</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/ac/Osaka_Castle_Nishinomaru_Garden_April_2005.JPG/260px-Osaka_Castle_Nishinomaru_Garden_April_2005.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e4/Osaka_Castle_02bs3200.jpg/260px-Osaka_Castle_02bs3200.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/d6/HideyoriYodoJijinM0678.jpg/160px-HideyoriYodoJijinM0678.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/67/Pintu_Gerbang_Otemon_2005-07-25.JPG/260px-Pintu_Gerbang_Otemon_2005-07-25.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/25/Sen_gan_Yagura_2005-07-25.JPG/260px-Sen_gan_Yagura_2005-07-25.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/03/Batu_Gurita_Takoishi_2005-06-26.JPG/260px-Batu_Gurita_Takoishi_2005-06-26.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/64/InuiYagura.JPG/260px-InuiYagura.JPG" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Taman Ueno</title>
		<link>http://ajengbocil.wordpress.com/2009/10/01/taman-ueno/</link>
		<comments>http://ajengbocil.wordpress.com/2009/10/01/taman-ueno/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 15:55:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajengbocil</dc:creator>
				<category><![CDATA[tempat wisata jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajengbocil.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Taman Ueno (上野公園, Ueno kōen?) adalah taman umum yang berada di kawasan Ueno, distrik Taito-ku, Tokyo, Jepang. Nama resminya adalah Taman Ueno Pemberian Kaisar (上野恩賜公園, Ueno onshi kōen?). Taman seluas sekitar 530 ribu meter persegi ini dikelola Dinas Pekerjaan Umum Tokyo. Di sebelah selatan taman terdapat kolam luas bernama Kolam Shinobazu. Di musim panas, sebagian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajengbocil.wordpress.com&amp;blog=9413008&amp;post=43&amp;subd=ajengbocil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i440.photobucket.com/albums/qq122/japanfreakxii/180px-UenoParkBentendo.jpg" border="0" alt="" /><br />
Taman Ueno (上野公園, Ueno kōen?) adalah taman umum yang berada di kawasan Ueno, distrik Taito-ku, Tokyo, Jepang. Nama resminya adalah Taman Ueno Pemberian Kaisar (上野恩賜公園, Ueno onshi kōen?). Taman seluas sekitar 530 ribu meter persegi ini dikelola Dinas Pekerjaan Umum Tokyo.</p>
<p>Di sebelah selatan taman terdapat kolam luas bernama Kolam Shinobazu. Di musim panas, sebagian permukaan kolam dipenuhi dengan indahnya daun-daun hijau dan merah muda bunga tanaman seroja. Di musim dingin, burung-burung migran menggunakan Kolam Shinobazu sebagai tempat tinggal sementara hingga datangnya musim semi. Di musim semi, Taman Ueno populer sebagai tempat melihat bunga sakura. Ketika bunga sakura sedang mekar-mekarnya, taman ini ramai dengan orang yang datang berkelompok-kelompok untuk melakukan hanami.</p>
<p>Sejarah<br />
Musim semi di Kuil Benzaiten</p>
<p>Taman Ueno bermula dari sebuah kuil bernama Kan&#8217;ei-ji yang dibangun pada zaman Edo oleh shogun ke-3 Tokugawa Iemitsu. Kuil tersebut dibangun untuk menyegel kekuatan jahat dari timur laut yang dipercaya sebagai mata angin sial. Semasa Perang Bōshin, bangunan kuil Kan&#8217;ei-ji habis terbakar setelah dipakai sebagai benteng pertahanan kelompok prajurit pendukung keshogunan yang disebut Shōgitai.</p>
<p>Pada tahun 1870, dokter Belanda bernama Anthonius Bauduin datang untuk memeriksa lokasi bekas Kan&#8217;ei-ji. Menurut rencana, di lokasi ini akan didirikan sekolah kedokteran dan rumah sakit. Ia juga menyarankan kepada pemerintah untuk mempertahankan kawasan Ueno sebagai sebuah taman.</p>
<p>Pada tahun 1837, lokasi untuk Taman Ueno ditetapkan berdasarkan perintah Dajōkan (menteri dalam negeri). Taman Ueno selesai dibangun dan dibuka untuk umum pada tahun 1876. Pembangunan Kebun Binatang Ueno dan Museum Nasional Tokyo dimulai tahun 1882. Pada tahun 1890, tanah kawasan taman menjadi hak milik dan berada di bawah yurisdiksi Bagian Rumah Tangga Kekaisaran.</p>
<p>Pada tahun 1924, Bagian Rumah Tangga Kekaisaran menghibahkan taman kepada pemerintah kota Tokyo, sehingga taman secara resmi diberi nama Taman Ueno Pemberian Kaisar (Ueno onshi kōen). Di Jalur Utama Keisei dibangun stasiun kereta api baru antara Stasiun Nippori dan Stasiun Keisei Ueno. Stasiun selesai tahun 1933 dan diberi nama Stasiun Hakubutsukan-Doubutsuen. Pada tahun 1997, Stasiun Hakubutsukan-Doubutsuen berhenti beroperasi sebelum dihapus pada tahun 2004.</p>
<p>Pada tahun 1973, patung Anthonius Bauduin didirikan untuk memperingati 100 tahun berdirinya Taman Ueno. Namun wajah patung keliru dibuat dari potret wajah adik Anthonius Bauduin. Patung dengan wajah yang benar selesai dibangun kembali pada tahun 2006.<br />
<img src="http://i440.photobucket.com/albums/qq122/japanfreakxii/600px-Ueno_park_p1_2000.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p><a href="http://japanfreakxii.blogspot.com/2008/11/halo-ni-mao-bahas-about-objek-wisata.html">http://japanfreakxii.blogspot.com/2008/11/halo-ni-mao-bahas-about-objek-wisata.html</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajengbocil.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajengbocil.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajengbocil.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajengbocil.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ajengbocil.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ajengbocil.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ajengbocil.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ajengbocil.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajengbocil.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajengbocil.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajengbocil.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajengbocil.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajengbocil.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajengbocil.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajengbocil.wordpress.com&amp;blog=9413008&amp;post=43&amp;subd=ajengbocil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajengbocil.wordpress.com/2009/10/01/taman-ueno/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/73551c48109b7dc991db2d0393cdc462?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ajengbocil</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i440.photobucket.com/albums/qq122/japanfreakxii/180px-UenoParkBentendo.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://i440.photobucket.com/albums/qq122/japanfreakxii/600px-Ueno_park_p1_2000.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Asakusa</title>
		<link>http://ajengbocil.wordpress.com/2009/10/01/asakusa/</link>
		<comments>http://ajengbocil.wordpress.com/2009/10/01/asakusa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 15:27:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajengbocil</dc:creator>
				<category><![CDATA[tempat wisata jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajengbocil.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Asakusa (浅草?) is a district in Taitō, Tokyo, Japan, most famous for the Sensō-ji, a Buddhist temple dedicated to the bodhisattva   History Sensō-ji Gate to the Asakusa Shrine. Sanja Matsuri in Asakusa Sumida River in Asakusa For most of the twentieth century, Asakusa was the major entertainment district in Tokyo. The golden years of [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajengbocil.wordpress.com&amp;blog=9413008&amp;post=40&amp;subd=ajengbocil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Asakusa</strong> <span style="font-weight:normal;">(浅草<sup><a title="Help:Installing Japanese character sets" href="Installing_Japanese_character_sets"><span style="font:bold 80% sans-serif;color:#00e;text-decoration:none;padding:0 .1em;">?</span></a></sup>)</span> is a district in <a title="Taitō, Tokyo" href="/wiki/Tait%C5%8D,_Tokyo">Taitō, Tokyo</a>, <a title="Japan" href="/wiki/Japan">Japan</a>, most famous for the <a title="Sensō-ji" href="/wiki/Sens%C5%8D-ji">Sensō-ji</a>, a Buddhist temple dedicated to the <a title="Bodhisattva" href="/wiki/Bodhisattva">bodhisattva</a></p>
<p><span id="History-headline"> </span></p>
<p><strong>History</strong></p>
<div>
<div style="width:182px;"><a href="Sensoji_Temple.JPG"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/c/c2/Sensoji_Temple.JPG/180px-Sensoji_Temple.JPG" alt="" width="180" height="135" /></a></div>
<div>
<div><a title="Enlarge" href="Sensoji_Temple.JPG"><img src="/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p><a title="Sensō-ji" href="/wiki/Sens%C5%8D-ji">Sensō-ji</a></p>
</div>
</div>
<div>
<div style="width:182px;"><a href="Asakusajiten.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/02/Asakusajiten.jpg/180px-Asakusajiten.jpg" alt="" width="180" height="135" /></a></div>
<div>
<div><a title="Enlarge" href="Asakusajiten.jpg"><img src="/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Gate to the <a title="Asakusa Shrine" href="/wiki/Asakusa_Shrine">Asakusa Shrine</a>.</p>
</div>
</div>
<div>
<div style="width:182px;"><a href="AsakusaFestival0747.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c4/AsakusaFestival0747.jpg/180px-AsakusaFestival0747.jpg" alt="" width="180" height="135" /></a></div>
<div>
<div><a title="Enlarge" href="AsakusaFestival0747.jpg"><img src="/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p><a title="Sanja Matsuri" href="/wiki/Sanja_Matsuri">Sanja Matsuri</a> in Asakusa</p>
</div>
</div>
<div>
<div style="width:182px;"><a href="Asakusa,_Sumida_River_(Tokyo,_japan).jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/0b/Asakusa%2C_Sumida_River_%28Tokyo%2C_japan%29.jpg/180px-Asakusa%2C_Sumida_River_%28Tokyo%2C_japan%29.jpg" alt="" width="180" height="120" /></a></div>
<div>
<div><a title="Enlarge" href="Asakusa,_Sumida_River_(Tokyo,_japan).jpg"><img src="/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Sumida River in Asakusa</p>
</div>
</div>
<p>For most of the twentieth century, Asakusa was the major entertainment district in Tokyo. The golden years of Asakusa are vividly portrayed in <a title="Yasunari Kawabata" href="/wiki/Yasunari_Kawabata">Kawabata</a>&#8216;s novel <em><a title="The Scarlet Gang of Asakusa" href="/wiki/The_Scarlet_Gang_of_Asakusa">The Scarlet Gang of Asakusa</a></em> (1930; English translation, 2005). It has now been surpassed by Shinjuku and other colorful areas in the city, in its role as a pleasure district,.</p>
<h2> <span id="Geography-headline">Geography</span></h2>
<p>Asakusa is on the north-east fringe of central Tokyo, at the eastern end of the Ginza subway line, approximately one mile east of the major <a title="Ueno, Tokyo" href="/wiki/Ueno,_Tokyo">Ueno</a> railway/subway interchange. It is central to the area colloquially referred to as Shitamachi, which literally means &#8220;low city,&#8221; referring to the low elevation of this old part of Tokyo, on the banks of the <a title="Sumida River" href="/wiki/Sumida_River">Sumida River</a>. As the name suggests, the area has a more traditionally Japanese atmosphere than some other neighborhoods in Tokyo do.</p>
<h2> <span id="Sightseeing_and_historic_sites-headline">Sightseeing and historic sites</span></h2>
<p>With so many religious establishments, there are frequent <em>matsuri</em> (<a title="Shinto" href="/wiki/Shinto">Shinto</a> festivals) in Asakusa, as each temple or shrine hosts at least one <em>matsuri</em> a year, if not every season. The largest and most popular is the <a title="Sanja Matsuri" href="/wiki/Sanja_Matsuri">Sanja Matsuri</a> in May, when roads are closed from dawn until late in the evening.</p>
<p>In a city where there are very few buildings older than 50 years because of the wartime bombing, Asakusa has a greater concentration of buildings from the 1950s and 1960s than most other areas in Tokyo do. There are traditional <em>ryokan</em> (guest-houses), homes, and small-scale apartment buildings throughout the district.</p>
<p>In keeping with a peculiarly Tokyo tradition, Asakusa hosts a major cluster of domestic kitchenware stores on <a title="Kappabashi-dori" href="/wiki/Kappabashi-dori">Kappabashi-dori</a>, which is visited by many Tokyoites for essential supplies.</p>
<p>Next to the <a title="Sensō-ji" href="/wiki/Sens%C5%8D-ji">Sensō-ji</a> temple grounds is a small carnival complex with rides, booths, and games, called Hanayashiki. The neighborhood theaters specialize in showing classic Japanese films, as many of the tourists are elderly Japanese.</p>
<p>Cruises down the <a title="Sumida River" href="/wiki/Sumida_River">Sumida River</a> depart from a wharf only a five minute walk from the temple.</p>
<p>Because of its colorful location, downtown credentials, and relaxed atmosphere by Tokyo standards, Asakusa is a popular accommodation choice for budget travelers.</p>
<p>Asakusa is Tokyo&#8217;s oldest <a title="Geisha" href="/wiki/Geisha">geisha</a> district, and still has 45 actively working geisha, including <a title="Sayuki" href="/wiki/Sayuki">Sayuki</a>, Japan&#8217;s first Western geisha.</p>
<h2><span id="Carnival-headline"> Carnival</span></h2>
<p>The neighborhood is famous also by the carnival, ins <a title="Brazil" href="/wiki/Brazil">brazilian</a> style. In Asakusa exist the <em>Association of <a title="Samba school" href="/wiki/Samba_school">samba schools</a> of Asakusa<sup><a href="#cite_note-0">[1]</a></sup> <sup><a href="#cite_note-1">[2]</a></sup><sup><a href="#cite_note-2">[3]</a></sup>, cited in <a title="2008" href="/wiki/2008">2008</a> <a title="Samba" href="/wiki/Samba">samba</a> of <a title="GRES Unidos do Porto da Pedra (page does not exist)" href="/w/index.php?title=GRES_Unidos_do_Porto_da_Pedra&amp;action=edit&amp;redlink=1">GRES Unidos do Porto da Pedra</a><sup><a href="#cite_note-3">[4]</a></sup>.</em></p>
<p>Kannon. There are several more temples in Asakusa, as well as various festivals.</p>
<p><img src="http://www.traveladdicts.connectfree.co.uk/Japan/Images/Senso-ji_temple_gate_Asakusa_Tokyo.jpg" alt="" width="297" height="238" /></p>
<p><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Asakusa">http://en.wikipedia.org/wiki/Asakusa</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajengbocil.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajengbocil.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajengbocil.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajengbocil.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ajengbocil.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ajengbocil.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ajengbocil.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ajengbocil.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajengbocil.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajengbocil.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajengbocil.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajengbocil.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajengbocil.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajengbocil.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajengbocil.wordpress.com&amp;blog=9413008&amp;post=40&amp;subd=ajengbocil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajengbocil.wordpress.com/2009/10/01/asakusa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/73551c48109b7dc991db2d0393cdc462?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ajengbocil</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/c/c2/Sensoji_Temple.JPG/180px-Sensoji_Temple.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/02/Asakusajiten.jpg/180px-Asakusajiten.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c4/AsakusaFestival0747.jpg/180px-AsakusaFestival0747.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/0b/Asakusa%2C_Sumida_River_%28Tokyo%2C_japan%29.jpg/180px-Asakusa%2C_Sumida_River_%28Tokyo%2C_japan%29.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.traveladdicts.connectfree.co.uk/Japan/Images/Senso-ji_temple_gate_Asakusa_Tokyo.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kabuki</title>
		<link>http://ajengbocil.wordpress.com/2009/10/01/kabuki/</link>
		<comments>http://ajengbocil.wordpress.com/2009/10/01/kabuki/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 15:08:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajengbocil</dc:creator>
				<category><![CDATA[kebudayaan jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajengbocil.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Kabuki (歌舞伎 ?) adalah seni teater tradisional khas Jepang. Aktor kabuki terkenal dengan kostum mewah dan tata rias wajah yang mencolok. Kementerian Pendidikan Jepang menetapkan kabuki sebagai warisan agung budaya nonbendawi. UNESCO juga telah menetapkan kabuki sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia. Etimologi Banyak pendapat mengenai asal kata dari Kabuki ini, salah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajengbocil.wordpress.com&amp;blog=9413008&amp;post=37&amp;subd=ajengbocil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kabuki</strong> <span style="font-weight:normal;">(歌舞伎 <sup><a title="Bantuan:Bahasa Jepang" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Bantuan:Bahasa_Jepang"><span style="font:bold 80% sans-serif;color:#00e;text-decoration:none;padding:0 .1em;">?</span></a></sup>)</span> adalah seni <a title="Teater" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Teater">teater</a> tradisional khas <a title="Jepang" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Jepang">Jepang</a>. Aktor kabuki terkenal dengan <a title="Kostum" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Kostum">kostum</a> mewah dan <a title="Tata rias wajah" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Tata_rias_wajah">tata rias wajah</a> yang mencolok.</p>
<p>Kementerian Pendidikan Jepang menetapkan kabuki sebagai <a title="Warisan agung budaya nonbendawi (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Warisan_agung_budaya_nonbendawi&amp;action=edit&amp;redlink=1">warisan agung budaya nonbendawi</a>. UNESCO juga telah menetapkan kabuki sebagai <a title="Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Karya_Agung_Warisan_Budaya_Lisan_dan_Nonbendawi_Manusia">Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia</a>.</p>
<p><span id="Etimologi-headline">Etimologi</span></p>
<p>Banyak pendapat mengenai asal kata dari <em>Kabuki</em> ini, salah satunya adalah <em>kabusu</em> yang ditulis dengan karakter kanji 歌舞 dengan ditambahkan akhiran す sehingga menjadi kata kerja 歌舞す yang berarti bernyanyi dan menari.<sup><a href="#cite_note-kabusu-0">[1]</a></sup> Selanjutnya disempurnakan menjadi, kabuki （歌舞伎） yang ditulis dengan tiga karakter kanji, yaitu uta 歌(うた) (lagu), mai 舞(まい) (tarian), dan ki 伎(き) (tehnik).</p>
<p>Selain yang telah dijelaskan diatas, ada juga pendapat lain yang mengatakan bahwa kata <em>kabuki</em> ini berasal dari kata <em>kabuki</em> かぶき, <em>kabuku</em> かぶく, <em>kabukan</em> かぶかん, atau <em>kabuke</em> かぶけ yang ditulis dengan karakter kanji katamuku (傾).<sup><a href="#cite_note-kabuku-1">[2]</a></sup> Karakter kanji katamuku yang dibaca kabuku ini secara harfiah berarti cenderung, condong, miring atau tidak sama dengan pemikiran umum (Kira-kira sama dengan kata <em>iyou</em> yang ditulis dengan kanji 異様, yang berarti aneh, asing, atau tidak sama dengan keadaan masyarakat disekitarnya pada waktu itu). Kata ini digunakan untuk menyebutkan orang-orang yang cenderung atau condong ke arah duniawi, dan orang-orang yang berpakaian dan bertingkah laku aneh. Pendapat yang mengatakan penamaan <em>kabuki</em> berasal dari kata <em>katamuku</em> ini dikarenakan pada saat <em>kabuki</em> pertama kali diperkenalkan oleh Okuni, seorang <em>Miko</em> 巫女 (pendeta wanita) dari daerah Izumo, Okuni memakai kostum laki-laki dengan membawa <a title="Pedang" href="/wiki/Pedang">pedang</a> dan mengenakan aksesoris-aksesoris yang tidak lazim pada zaman tersebut, seperti rosario yang dikenakan di pinggang bukan digantungkan dileher. Ceritanya pun berkisar tentang seorang laki-laki yang pergi bermain-main ke kedai teh untuk minum-minum bersama para wanita penghibur. Hal ini kemudian diasosiasikan dengan kumpulan orang-orang yang berpakaian dan bertingkah-laku aneh serta tidak lazim yang muncul pada saat itu, yang dikenal dengan nama <em>kabukimono</em> カブキモノ.</p>
<p>Setelah melalui beberapa perkembangan akhirnya kabuki ditulis dengan tiga karakter kanji yaitu uta 歌　(lagu), mai 舞　(tarian), dan ki 妓(seniman wanita) yang kemudian karakter kanji ki 妓 diubah menjadi ki 伎, sehingga kabuki ditulis menjadi 歌舞伎(かぶき) yang sekarang ini. Penamaan kabuki dengan menggunakan tiga karakter kanji di atas, dikarenakan tiga karakter di atas dianggap sesuai dengan unsur-unsur yang ada di dalam pertunjukan teater kabuki itu tersebut. Adapun pada awalnya karakter ki, ditulis dengan 妓dikarenakan kabuki pada awalnya lahir dari seorang seniman wanita yang bernama okuni 阿国(おくに) dari kuil Izumo.<sup><a href="#cite_note-ki-2">[3]</a></sup></p>
<h2> <span id="Sejarah-headline">Sejarah</span></h2>
<div>
<div style="width:182px;"><a href="Okuni_with_cross_dressed_as_a_samurai.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e8/Okuni_with_cross_dressed_as_a_samurai.jpg/180px-Okuni_with_cross_dressed_as_a_samurai.jpg" alt="" width="180" height="252" /></a></div>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="Okuni_with_cross_dressed_as_a_samurai.jpg"><img src="/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Perintis kabuki, Izumo no Okuni sedang berpakaian laki-laki</p>
</div>
</div>
<p>Sejarah kabuki dimulai tahun <a title="1603" href="/wiki/1603">1603</a> dengan pertunjukan dramatari yang dibawakan wanita bernama <a title="Izumo no Okuni (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=Izumo_no_Okuni&amp;action=edit&amp;redlink=1">Okuni</a> di kuil <a title="Kitano Temmangu (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=Kitano_Temmangu&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kitano Temmangu</a>, Kyoto. Kemungkinan besar Okuni adalah seorang <a title="Miko (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=Miko&amp;action=edit&amp;redlink=1">miko</a> asal kuil <a title="Izumo Taisha" href="/wiki/Izumo_Taisha">Izumo Taisha</a>, tapi mungkin juga seorang <a title="Kawaramono (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=Kawaramono&amp;action=edit&amp;redlink=1">kawaramono</a> (sebutan menghina buat orang kasta rendah yang tinggal di tepi sungai). Identitas Okuni yang benar tidak dapat diketahui secara pasti. Tari yang dibawakan Okuni diiringi dengan lagu yang sedang populer. Okuni juga berpakaian mencolok seperti laki-laki dan bertingkah laku tidak wajar seperti orang aneh (&#8220;kabukimono&#8221;), sehingga lahir suatu bentuk kesenian garda depan (avant garde). Panggung yang dipakai waktu itu adalah panggung <a title="Noh" href="/wiki/Noh">Noh</a>. <a title="Hanamichi (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=Hanamichi&amp;action=edit&amp;redlink=1">Hanamichi</a> (honhanamichi yang ada di sisi kiri penonton dan karihanamichi yang ada di sisi kanan penonton) di gedung teater <a title="Kabuki-za (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=Kabuki-za&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kabuki-za</a> kemungkinan merupakan perkembangan dari <a title="Hashigakari (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=Hashigakari&amp;action=edit&amp;redlink=1">Hashigakari</a> (jalan keluar-masuk aktor Noh yang ada di panggung sisi kiri penonton).</p>
<p>Kesenian garda depan yang dibawakan Okuni mendadak sangat populer, sehingga bermunculan banyak sekali kelompok pertunjukan kabuki imitasi. Pertunjukan kabuki yang digelar sekelompok wanita penghibur disebut Onna-kabuki (kabuki wanita), sedangkan kabuki yang dibawakan remaja laki-laki disebut Wakashu-kabuki (kabuki remaja laki-laki). <a title="Keshogunan Tokugawa" href="/wiki/Keshogunan_Tokugawa">Keshogunan Tokugawa</a> menilai pertunjukan kabuki yang dilakukan kelompok wanita penghibur sudah melanggar batas moral, sehingga di tahun <a title="1629" href="/wiki/1629">1629</a> kabuki wanita penghibur dilarang dipentaskan. Pertunjukan kabuki laki-laki daun muda juga dilarang pada tahun <a title="1652" href="/wiki/1652">1652</a> karena merupakan bentuk pelacuran terselubung. Pertunjukan Yarō kabuki <span style="font-weight:normal;">(野郎歌舞伎 <span style="display:none;">,</span><em>kabuki pria</em><sup><a title="Bantuan:Bahasa Jepang" href="Bahasa_Jepang"><span style="font:bold 80% sans-serif;color:#00e;text-decoration:none;padding:0 .1em;">?</span></a></sup>)</span> yang dibawakan seluruhnya oleh pria dewasa diciptakan sebagai reaksi atas dilarangnya Onna-kabuki dan Wakashu-kabuki. Aktor kabuki yang seluruhnya terdiri dari pria dewasa yang juga memainkan peran sebagai wanita melahirkan &#8220;konsep baru&#8221; dalam dunia estetika. Kesenian Yarō kabuki terus berkembang di zaman Edo dan berlanjut hingga sekarang.</p>
<p>Dalam perkembangannya, kabuki digolongkan menjadi <strong>Kabuki-odori</strong> (kabuki tarian) dan <strong>Kabuki-geki</strong> (kabuki sandiwara). Kabuki-odori dipertunjukkan dari masa kabuki masih dibawakan Okuni hingga di masa kepopuleran Wakashu-kabuki, remaja laki-laki menari diiringi lagu yang sedang populer dan konon ada yang disertai dengan <a title="Akrobat (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=Akrobat&amp;action=edit&amp;redlink=1">akrobat</a>. Selain itu, Kabuki-odori juga bisa berarti pertunjukan yang lebih banyak tarian dan lagu dibandingkan dengan porsi drama yang ditampilkan.</p>
<p>Kabuki-geki merupakan pertunjukan sandiwara yang ditujukan untuk penduduk kota di zaman Edo dan berintikan sandiwara dan <a title="Nihon buyo" href="/wiki/Nihon_buyo">tari</a>. Peraturan yang dikeluarkan Keshogunan Edo mewajibkan kelompok kabuki untuk &#8220;habis-habisan meniru <a title="Kyōgen" href="/wiki/Ky%C5%8Dgen">kyōgen</a>&#8221; merupakan salah satu sebab kabuki berubah menjadi pertunjukan sandiwara. Alasannya kabuki yang menampilkan tari sebagai atraksi utama merupakan pelacuran terselubung dan pemerintah harus menjaga moral rakyat. Tema pertunjukan kabuki-geki bisa berupa tokoh sejarah, cerita kehidupan sehari-hari atau kisah peristiwa kejahatan, sehingga kabuki jenis ini juga dikenal sebagai <strong>Kabuki kyogen</strong>. Kelompok kabuki melakukan apa saja demi memuaskan minat rakyat yang haus hiburan. Kepopuleran kabuki menyebabkan kelompok kabuki bisa memiliki gedung teater khusus kabuki seperti Kabuki-za. Pertunjukan kabuki di gedung khusus memungkinkan pementasan berbagai cerita yang dulunya tidak mungkin dipentaskan.</p>
<p>Di gedung kabuki, cerita yang memerlukan penjelasan tentang berjalannya waktu ditandai dengan pergeseran layar sewaktu terjadi pergantian adegan. Selain itu, di gedung kabuki bisa dibangun bagian panggung bernama <a title="Hanamichi (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=Hanamichi&amp;action=edit&amp;redlink=1">hanamichi</a> yang berada melewati di sisi kiri deretan kursi penonton. Hanamichi dilewati aktor kabuki sewaktu muncul dan keluar dari panggung, sehingga dapat menampilan dimensi kedalaman. Kabuki juga berkembang sebagai pertunjukan tiga dimensi dengan berbagai teknik, seperti teknik <em>Séri</em> (bagian panggung yang bisa naik-turun yang memungkinkan aktor muncul perlahan-lahan dari bawah panggung), dan <em>Chūzuri</em> (teknik menggantung aktor dari langit-langit atas panggung untuk menambah dimensi pergerakan ke atas dan ke bawah seperti adegan hantu terbang).</p>
<p>Sampai pertengahan zaman Edo, Kabuki-kyogen kreasi baru banyak diciptakan di daerah <a title="Kamigata (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=Kamigata&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kamigata</a>. Kabuki-kyogen banyak mengambil unsur cerita <a title="Bunraku" href="/wiki/Bunraku">Ningyo Jōruri</a> yang khas daerah Kamigata. Penulis kabuki asal Edo tidak cuma diam melihat perkembangan pesat kabuki di Kamigata. <a title="Tsuruya Namboku (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=Tsuruya_Namboku&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tsuruya Namboku</a> banyak menghasilkan banyak karya kreasi baru sekitar zaman <a title="Bunka (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=Bunka&amp;action=edit&amp;redlink=1">zaman Bunka</a> hingga <a title="Bunsei (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=Bunsei&amp;action=edit&amp;redlink=1">zaman Bunsei</a>. Penulis sandiwara kabuki <a title="Kawatake Mokuami (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=Kawatake_Mokuami&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kawatake Mokuami</a> juga baru menghasilkan karya-karya barunya di akhir zaman Edo hingga awal zaman Meiji. Sebagai hasilnya, Edo makin berperan sebagai kota budaya dibandingkan Kamigata mulai paruh kedua zaman Edo. Di zaman Edo, Kabuki-kyogen juga disebut sebagai sandiwara (<em>shibai</em>).</p>
<h2> <span id="Unsur_teatrikal_Kabuki-ky.C5.8Dgen-headline">Unsur teatrikal Kabuki-kyōgen</span></h2>
<div>
<div style="width:182px;"><a href="TokubeiKabuki.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/a0/TokubeiKabuki.jpg/180px-TokubeiKabuki.jpg" alt="" width="180" height="295" /></a></div>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="TokubeiKabuki.jpg"><img src="/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Lukisan aktor kabuki di abad ke-18</p>
</div>
</div>
<p>Secara garis besar ada 2 jenis pertunjukan Kabuki-kyogen dari semua karya yang dihasilkan di zaman Edo dan sekarang masih dipentaskan. Kelompok pertama Kabuki-kyogen disebut Maruhon mono yang mengadaptasi sebagian besar cerita dari cerita Ningyo Jōruri (<a title="Bunraku" href="/wiki/Bunraku">Bunraku</a>). Kelompok kedua disebut Kabuki kreasi baru. Kabuki Maruhon mono juga dikenal sebagai Gidayu-kyōgen, tapi Gidayu-kyōgen tidak selalu sama dengan Maruhon mono. Pada Gidayu-kyōgen, aktor kabuki membawakan dialog sementara dari atas mawaributai (panggung yang bisa berputar, dari arah penonton terletak di sisi kanan panggung) penyanyi yang disebut Tayu bernyanyi sambil diiringi pemain <a title="Shamisen" href="/wiki/Shamisen">shamisen</a> yang memainkan musik Gidayu-bushi. Pada Ningyo Jōruri yang semua penjelasan cerita dan dialog dinyanyikan oleh Tayu. Pada kabuki kreasi baru, musik pengiring dimainkan dari Geza (tempat atau ruang untuk pemusik yang dari arah penonton terletak di sisi kiri panggung).</p>
<p>Cerita kabuki yang berasal dari didramatisasi kisah sejarah disebut <strong>Jidaimono</strong>. Cerita kabuki dengan kisah berlatar belakang kehidupan masyarakat disebut <strong>Sewamono</strong>. Selain itu, penulis cerita kabuki juga senang menggunakan istilah <em>sekai</em> (dunia) sebagai kerangka dasar cerita, misalnya karya kabuki berjudul Taiheiki no sekai <span style="font-weight:normal;">(太平記の世界 <span style="display:none;">,</span><em>Dunia Taiheiki</em><sup><a title="Bantuan:Bahasa Jepang" href="Bahasa_Jepang"><span style="font:bold 80% sans-serif;color:#00e;text-decoration:none;padding:0 .1em;">?</span></a></sup>)</span>, Heike monogatari no sekai <span style="font-weight:normal;">(平家物語の世界 <span style="display:none;">,</span><em>Dunia Kisah klan Heike</em><sup><a title="Bantuan:Bahasa Jepang" href="Bahasa_Jepang"><span style="font:bold 80% sans-serif;color:#00e;text-decoration:none;padding:0 .1em;">?</span></a></sup>)</span>, Sogamono no sekai <span style="font-weight:normal;">(曾我物の世界 <span style="display:none;">,</span><em>Dunia Sogamono</em><sup><a title="Bantuan:Bahasa Jepang" href="Bahasa_Jepang"><span style="font:bold 80% sans-serif;color:#00e;text-decoration:none;padding:0 .1em;">?</span></a></sup>)</span>, atau Sumidagawamono no sekai <span style="font-weight:normal;">(隅田川物の世界 <span style="display:none;">,</span><em>Dunia Sumidagawamono</em><sup><a title="Bantuan:Bahasa Jepang" href="Bahasa_Jepang"><span style="font:bold 80% sans-serif;color:#00e;text-decoration:none;padding:0 .1em;">?</span></a></sup>)</span>. Penonton biasanya sudah tahu jalan cerita dan akrab dengan tokoh-tokoh yang tampil dalam cerita. Penonton hanya ingin menikmati jalan cerita seperti yang dikisahkan penulis cerita kabuki.</p>
<p>Di zaman Edo, pementasan Kabuki-kyogen perlu mendapat izin dari instansi yang berwenang. Keshogunan Edo biasanya mengizinkan sebagian besar pementasan yang diadakan sejak matahari terbit hingga sebelum matahari terbenam asalkan materi pementasan tidak melanggar peraturan yang sudah ditetapkan. Pementasan yang dilakukan malam hari sesudah matahari terbenam tidak diizinkan. Alasannya pertunjukan kabuki banyak diminati orang dan pemerintah kuatir kerumunan orang dapat melakukan kegiatan melawan pemerintah. Pertunjukan kabuki pada masa itu memerlukan waktu istirahat yang lama, antara lain untuk mengganti set panggung. Bagi penonton yang datang menyaksikan kabuki, menonton kabuki perlu sehari penuh dan merupakan satu-satunya kegiatan yang bisa dilakukan pada hari itu.</p>
<p>Sebagian penonton menyukai Jidaimono sedangkan sebagian lagi menyukai Sewamono, sehingga kabuki dalam pementasannya dituntut untuk bisa memuaskan selera semua kalangan penonton. Dalam usaha memuaskan selera penonton, pada pementasan kabuki sering dipertunjukkan dua cerita sekaligus, Jidaimono dan Sewamono yang dipisahkan dengan waktu istirahat. Pementasan dengan jalan cerita yang campur aduk juga tidak sedikit asalkan penonton senang. Ada juga pementasan yang bagaikan bunga rampai dari berbagai cerita dan hanya mengambil bagian-bagian cerita yang disukai penonton saja. Pertunjukan seperti ini disebut <strong>Midori-kyōgen</strong> (konon berasal dari kata <em>Yoridori midori</em> yang dalam bahasa Jepang berarti <em>serbaneka</em> atau <em>aneka ragam</em>). Sebaliknya kyogen yang mementaskan keseluruhan cerita secara lengkap disebut Tōshi-kyōgen.</p>
<h2><span id="Musik_kabuki-headline"> Musik kabuki</span></h2>
<p>Musik pengiring kabuki dibagi berdasarkan arah sumber suara. Musik yang dimainkan di sisi kanan panggung dari arah penonton disebut Gidayūbushi. <a title="Takemoto (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=Takemoto&amp;action=edit&amp;redlink=1">Takemoto</a> (Chobo) adalah sebutan untuk Gidayūbushi khusus untuk kabuki. Selain itu, musik yang dimainkan di sisi kiri panggung dari arah penonton disebut <a title="Geza ongaku (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=Geza_ongaku&amp;action=edit&amp;redlink=1">Geza ongaku</a>, sedangkan musik yang dimainkan di atas panggung disebut <a title="Debayashi (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=Debayashi&amp;action=edit&amp;redlink=1">Debayashi</a>.</p>
<h2> <span id="Judul-headline">Judul</span></h2>
<p>Judul pertunjukan kabuki disebut Gedai <span style="font-weight:normal;">(外題 <sup><a title="Bantuan:Bahasa Jepang" href="Bahasa_Jepang"><span style="font:bold 80% sans-serif;color:#00e;text-decoration:none;padding:0 .1em;">?</span></a></sup>)</span> yang kemungkinan besar berasal dari kata Geidai <span style="font-weight:normal;">(芸題 <span style="display:none;">,</span><em>nama pertunjukan</em><sup><a title="Bantuan:Bahasa Jepang" href="Bahasa_Jepang"><span style="font:bold 80% sans-serif;color:#00e;text-decoration:none;padding:0 .1em;">?</span></a></sup>)</span>. Judul pertunjukan (gedai) biasanya ditulis dalam aksara kanji berjumlah ganjil, misalnya pertunjukan berjudul <em>Musume dōjōji</em> <span style="font-weight:normal;">(娘道成寺 <sup><a title="Bantuan:Bahasa Jepang" href="Bahasa_Jepang"><span style="font:bold 80% sans-serif;color:#00e;text-decoration:none;padding:0 .1em;">?</span></a></sup>)</span> (4 aksara kanji) harus ditambah dengan <em>Kyōkanoko</em> <span style="font-weight:normal;">(京鹿子 <sup><a title="Bantuan:Bahasa Jepang" href="Bahasa_Jepang"><span style="font:bold 80% sans-serif;color:#00e;text-decoration:none;padding:0 .1em;">?</span></a></sup>)</span> (3 aksara kanji) menjadi 京鹿子娘道成寺 <span style="font-weight:normal;">(Kyōkanoko musume dōjōji <sup><a title="Bantuan:Bahasa Jepang" href="Bahasa_Jepang"><span style="font:bold 80% sans-serif;color:#00e;text-decoration:none;padding:0 .1em;">?</span></a></sup>)</span>, supaya bisa menjadi judul yang terdiri dari 7 aksara kanji. Selain judul pertunjukan yang resmi, pertunjukan kabuki sering memiliki judul alias dan keduanya dianggap sebagai judul yang resmi. Pertunjukan berjudul resmi Miyakodori nagare no siranami <span style="font-weight:normal;">(都鳥廓白波 <sup><a title="Bantuan:Bahasa Jepang" href="Bahasa_Jepang"><span style="font:bold 80% sans-serif;color:#00e;text-decoration:none;padding:0 .1em;">?</span></a></sup>)</span> dikenal dengan judul lain Shinobu no Sōda <span style="font-weight:normal;">(忍ぶの惣太 <sup><a title="Bantuan:Bahasa Jepang" href="Bahasa_Jepang"><span style="font:bold 80% sans-serif;color:#00e;text-decoration:none;padding:0 .1em;">?</span></a></sup>)</span>. Pertunjukan berjudul Hachiman matsuri yomiya no nigiwai <span style="font-weight:normal;">(八幡祭小望月賑 <sup><a title="Bantuan:Bahasa Jepang" href="Bahasa_Jepang"><span style="font:bold 80% sans-serif;color:#00e;text-decoration:none;padding:0 .1em;">?</span></a></sup>)</span> juga dikenal sebagai Chijimiya Shinsuke <span style="font-weight:normal;">(縮屋新助 <sup><a title="Bantuan:Bahasa Jepang" href="Bahasa_Jepang"><span style="font:bold 80% sans-serif;color:#00e;text-decoration:none;padding:0 .1em;">?</span></a></sup>)</span>. Judul pertunjukan yang harus ditulis dalam aksara kanji berjumlah ganjil menyebabkan judul sering ditulis dengan cara penulisan <a title="Ateji" href="/wiki/Ateji">ateji</a>, akibatnya orang sering mendapat kesulitan membaca judul pertunjukan kabuki.</p>
<h2> <span id="Istilah_bahasa_Jepang_asal_kabuki-headline">Istilah bahasa Jepang asal kabuki</span></h2>
<p>Beberapa di antara istilah kabuki diserap ke dalam perbendaharaan kata bahasa Jepang, misalnya:</p>
<ul>
<li>Sashigane</li>
</ul>
<dl>
<dd>Di atas panggung bila perlu adegan yang melibatkan aktor kabuki mengejar kupu-kupu atau burung, pembantu yang disebut Kōken (asisten di panggung yang sering berpakaian hitam) memegangi tongkat panjang yang diujungnya terdapat kupu-kupu atau burung yang disebut Sashigane. Dalam bahasa Jepang, istilah &#8220;sashigane&#8221; digunakan dalam konotasi negatif &#8220;orang yang mengendalikan&#8221;. </dd>
</dl>
<ul>
<li>Kuromaku</li>
</ul>
<dl>
<dd>Di panggung pertunjukan kabuki, malam dinyatakan dengan tirai (<em>maku</em>) berwarna hitam (<em>kuro</em>). Dalam bahasa Jepang, dalam istilah &#8220;sekai no kuromaku&#8221; (dunia tirai hitam) kata &#8220;kuro&#8221; (hitam) berubah arti menjadi &#8220;jahat&#8221;. Dalam bahasa Jepang &#8220;kuromaku&#8221; berarti &#8220;dalang&#8221; seperti dalam arti &#8220;dalang kejahatan&#8221;. </dd>
</dl>
<p><img src="http://farm1.static.flickr.com/51/141802622_04bffb8e2d.jpg" alt="" width="151" height="151" /></p>
<p> <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabuki">http://id.wikipedia.org/wiki/Kabuki</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajengbocil.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajengbocil.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajengbocil.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajengbocil.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ajengbocil.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ajengbocil.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ajengbocil.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ajengbocil.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajengbocil.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajengbocil.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajengbocil.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajengbocil.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajengbocil.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajengbocil.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajengbocil.wordpress.com&amp;blog=9413008&amp;post=37&amp;subd=ajengbocil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajengbocil.wordpress.com/2009/10/01/kabuki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/73551c48109b7dc991db2d0393cdc462?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ajengbocil</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e8/Okuni_with_cross_dressed_as_a_samurai.jpg/180px-Okuni_with_cross_dressed_as_a_samurai.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/a0/TokubeiKabuki.jpg/180px-TokubeiKabuki.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://farm1.static.flickr.com/51/141802622_04bffb8e2d.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Samurai</title>
		<link>http://ajengbocil.wordpress.com/2009/10/01/samurai/</link>
		<comments>http://ajengbocil.wordpress.com/2009/10/01/samurai/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 14:50:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajengbocil</dc:creator>
				<category><![CDATA[kebudayaan jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajengbocil.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Seorang samurai dengan pakaian tempur, 1860. Samurai (侍 atau 士 ?) adalah istilah untuk perwira militer kelas elit sebelum zaman industrialisasi di Jepang. Kata &#8220;samurai&#8221; berasal dari kata kerja &#8220;samorau&#8221; asal bahasa Jepang kuno, berubah menjadi &#8220;saburau&#8221; yang berarti &#8220;melayani&#8221;, dan akhirnya menjadi &#8220;samurai&#8221; yang bekerja sebagai pelayan bagi sang majikan. Istilah yang lebih tepat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajengbocil.wordpress.com&amp;blog=9413008&amp;post=35&amp;subd=ajengbocil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="bodyContent">
<div>
<div style="width:182px;"><a href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Berkas:Samurai.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/0e/Samurai.jpg/180px-Samurai.jpg" alt="" width="180" height="239" /></a></p>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Berkas:Samurai.jpg"><img src="http://ajengbocil.wordpress.com/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Seorang samurai dengan pakaian tempur, 1860.</p></div>
</div>
</div>
<p><strong>Samurai</strong> <span style="font-weight:normal;">(侍 atau 士 <sup><a title="Bantuan:Bahasa Jepang" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Bantuan:Bahasa_Jepang"><span style="font:bold 80% sans-serif;color:#00e;text-decoration:none;padding:0 .1em;">?</span></a></sup>)</span> adalah istilah untuk perwira militer kelas elit sebelum zaman industrialisasi di <a title="Jepang" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Jepang">Jepang</a>. Kata &#8220;samurai&#8221; berasal dari kata kerja &#8220;samorau&#8221; asal bahasa Jepang kuno, berubah menjadi &#8220;saburau&#8221; yang berarti &#8220;melayani&#8221;, dan akhirnya menjadi &#8220;samurai&#8221; yang bekerja sebagai pelayan bagi sang majikan.</p>
<p>Istilah yang lebih tepat adalah <em>bushi</em> (武士) (harafiah: &#8220;orang bersenjata&#8221;) yang digunakan semasa <a title="Zaman Edo" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Zaman_Edo">zaman Edo</a>. Bagaimanapun, istilah samurai digunakan untuk prajurit elit dari kalangan bangsawan, dan bukan contohnya, <em><a title="Ashigaru (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Ashigaru&amp;action=edit&amp;redlink=1">ashigaru</a></em> atau tentara berjalan kaki. Samurai yang tidak terikat dengan klan atau bekerja untuk majikan (<a title="Daimyo" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Daimyo">daimyo</a>) disebut <em><a title="Ronin" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Ronin">ronin</a></em> (harafiah: &#8220;orang ombak&#8221;). Samurai yang bertugas di wilayah <em><a title="Han (wilayah Jepang) (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Han_(wilayah_Jepang)&amp;action=edit&amp;redlink=1">han</a></em> disebut <strong>hanshi</strong>.</p>
<p>Samurai dianggap mesti bersopan dan terpelajar, dan semasa <a title="Keshogunan Tokugawa" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Keshogunan_Tokugawa">Keshogunan Tokugawa</a> berangsur-angsur kehilangan fungsi ketentaraan mereka. Pada akhir era Tokugawa, samurai secara umumnya adalah kakitangan umum bagi daimyo, dengan pedang mereka hanya untuk tujuan istiadat. Dengan reformasi <a title="Restorasi Meiji" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Restorasi_Meiji">Meiji</a> pada akhir abad ke-19, samurai dihapuskan sebagai kelas berbeda dan digantikan dengan tentara nasional menyerupai negara Barat. Bagaimanapun juga, sifat samurai yang ketat yang dikenal sebagai <a title="Bushido" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Bushido">bushido</a> masih tetap ada dalam masyarakat Jepang masa kini, sebagaimana aspek cara hidup mereka yang lain.</p>
<h2> <span id="Etimologi-headline">Etimologi</span></h2>
<p>Perkataan <em>samurai</em> berasal pada sebelum <a title="Zaman Heian" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Zaman_Heian">zaman Heian</a> di <a title="Jepang" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Jepang">Jepang</a> di mana bila seseorang disebut sebagai <em>saburai</em>, itu berarti dia adalah seorang suruhan atau pengikut. Hanya pada awal zaman modern, khususnya pada <a title="Era Azuchi-Momoyama (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Era_Azuchi-Momoyama&amp;action=edit&amp;redlink=1">era Azuchi-Momoyama</a> dan awal periode/era Edo pada akhir abad ke-16 dan awal abad ke-17 perkataan <em>saburai</em> bertukar diganti dengan perkataan <em>samurai</em>. Bagaimanapun, pada masa itu, artinya telah lama berubah.</p>
<p>Pada era pemerintahan samurai, istilah awal <em>yumitori</em> (“pemanah”) juga digunakan sebagai gelar kehormat bagi sejumlah kecil panglima perang, walaupun pemain pedang telah menjadi lebih penting. Pemanah Jepang (<em><a title="Kyujutsu (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Kyujutsu&amp;action=edit&amp;redlink=1">kyujutsu</a></em>), masih berkaitan erat dengan dewa perang <a title="Hachiman (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Hachiman&amp;action=edit&amp;redlink=1">Hachiman</a>.</p>
<p>Berikut adalah beberapa istilah lain samurai.</p>
<ul>
<li><em>Buke</em> (武家) – Ahli bela diri</li>
<li><em>Kabukimono</em> &#8211; Perkataan dari <em>kabuku</em> atau condong, ia merujuk kepada gaya samurai berwarna-warni.</li>
<li><em>Mononofu</em> (もののふ) &#8211; Istilah silam yang berarti panglima.</li>
<li><em>Musha</em> (武者) &#8211; Bentuk ringkasan <em>Bugeisha</em> (武芸者), harafiah. pakar bela diri.</li>
<li><em>Si</em> (士) &#8211; Huruf <a title="Kanji" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Kanji">kanji</a> pengganti <em>samurai</em>.</li>
<li><em>Tsuwamono</em> (兵) &#8211; Istilah silam bagi tentara yang ditonjolkan oleh <a title="Matsuo Basho" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Matsuo_Basho">Matsuo Basho</a> dalam <a title="Haiku" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Haiku">haiku</a> terkemukanya. Arti harafiahnya adalah orang kuat.</li>
</ul>
<h2> <span id="Senjata-headline">Senjata</span></h2>
<p>Samurai menggunakan beberapa macam jenis <a title="Senjata" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Senjata">senjata</a>, tetapi <a title="Katana" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Katana">katana</a> adalah <a title="Senjata" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Senjata">senjata</a> yang identik dengan keberadaan mereka, Dalam <a title="Bushido" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Bushido">Bushido</a> diajarkan bahwa <a title="Katana" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Katana">katana</a> adalah roh dari samurai dan kadang-kadang digambarkan bahwa seorang samurai sangat tergantung pada <a title="Katana" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Katana">katana</a> dalam pertempuran. Mereka percaya bahwa <a title="Katana" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Katana">katana</a> sangat penting dalam memberi kehormatan dan bagian dalam kehidupan. Sebutan untuk <a title="Katana" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Katana">katana</a> tidak dikenal sampai massa <a title="Kamakura" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Kamakura">Kamakura</a> (1185–1333), sebelum masa itu pedang Jepang lebih dikenal sebagai <a title="Tachi" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Tachi">tachi</a> dan <a title="Uchigatana (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Uchigatana&amp;action=edit&amp;redlink=1">uchigatana</a>, Dan <a title="Katana" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Katana">katana</a> sendiri bukan menjadi senjata utama sampai massa <a title="Edo" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Edo">Edo</a>.</p>
<p>Apabila seorang anak mancapai usia tiga belas tahun, ada upacara yang dikenali sebagai <em>Genpuku</em>. Anak laki-laki yang menjalani genpuku mendapat sebuah <a title="Wakizashi" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Wakizashi">wakizashi</a> dan nama dewasa untuk menjadi samurai secara resmi. Ini dapat diartikan dia diberi hak untuk mengenal <a title="Katana" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Katana">katana</a> walaupun biasanya diikat dengan benang untuk menghindari <a title="Katana" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Katana">katana</a> terhunus dengan tidak sengaja. Pasangan <a title="Katana" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Katana">katana</a> dan <a title="Wakizashi" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Wakizashi">wakizashi</a> dikenali sebagai <a title="Daisho (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Daisho&amp;action=edit&amp;redlink=1">Daisho</a>, yang berarti besar dan kecil.</p>
<p>Senjata samurai yang lain adalah <a title="Yumi (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Yumi&amp;action=edit&amp;redlink=1">yumi</a> atau <a title="Busar komposit (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Busar_komposit&amp;action=edit&amp;redlink=1">busar komposit</a> dan dipakai selama beberapa abad sampai masa masuknyah <a title="Senapan" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Senapan">senapan</a> pada abad ke-16. <a title="Busur komposit (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Busur_komposit&amp;action=edit&amp;redlink=1">Busur komposit</a> model Jepang adalah senjata yang bagus. Bentuknya memungkinkan untuk digunakan berbagai jenis anak panah, seperti panah berapi dan panah isyarat yang dapat menjangkau sasaran pada jarak lebih dari 100 <a title="Meter" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Meter">meter</a>, bahkan bisa lebih dari 200 <a title="Meter" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Meter">meter</a> bila ketepatan tidak lagi diperhitungkan, Senjata ini biasanya digunakan dengan cara berdiri di belakang <em>Tedate</em> (手盾) yaitu perisai kayu yang besar, tetapi bisa juga digunakan dengan menunggang kuda. Latihan memanah di belakang kuda menjadi adat istiadat Shinto, <em>Yabusame</em> (流鏑馬). Dalam pertempuran melawan penjajah Mongol, <a title="Busur komposit (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Busur_komposit&amp;action=edit&amp;redlink=1">busur komposit</a> menjadi senjata penentu kemenangan, Pasukan Mongol dan Cina pada waktu itu memakai <a title="Busur komposit (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Busur_komposit&amp;action=edit&amp;redlink=1">busur komposit</a> dengan ukuran yang lebih kecil, apalagi dengan keterbatasannya dalam pemakaian pasukan berkuda.</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajengbocil.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajengbocil.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajengbocil.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajengbocil.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ajengbocil.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ajengbocil.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ajengbocil.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ajengbocil.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajengbocil.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajengbocil.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajengbocil.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajengbocil.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajengbocil.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajengbocil.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajengbocil.wordpress.com&amp;blog=9413008&amp;post=35&amp;subd=ajengbocil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajengbocil.wordpress.com/2009/10/01/samurai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/73551c48109b7dc991db2d0393cdc462?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ajengbocil</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/0e/Samurai.jpg/180px-Samurai.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://ajengbocil.wordpress.com/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kimono</title>
		<link>http://ajengbocil.wordpress.com/2009/10/01/kimono/</link>
		<comments>http://ajengbocil.wordpress.com/2009/10/01/kimono/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 14:39:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajengbocil</dc:creator>
				<category><![CDATA[kebudayaan jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajengbocil.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Pengantin wanita mengenakan kimono yang disebut shiromuku Uchikake bermotif burung jenjang Kimono (着物 ?) adalah pakaian tradisional Jepang. Arti harfiah kimono adalah baju atau sesuatu yang dikenakan (ki berarti pakai, dan mono berarti barang). Pada zaman sekarang, kimono berbentuk seperti huruf &#8220;T&#8220;, mirip mantel berlengan panjang dan berkerah. Panjang kimono dibuat hingga ke pergelangan kaki. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajengbocil.wordpress.com&amp;blog=9413008&amp;post=32&amp;subd=ajengbocil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="bodyContent">
<div>
<div style="width:182px;"><a href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Berkas:Wedding_kimono.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c2/Wedding_kimono.jpg/180px-Wedding_kimono.jpg" alt="" width="180" height="300" /></a></div>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Berkas:Wedding_kimono.jpg"><img src="http://ajengbocil.wordpress.com/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Pengantin wanita mengenakan kimono yang disebut <em>shiromuku</em></p>
</div>
</div>
<div>
<div style="width:182px;"><a href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Berkas:Uchikake.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/67/Uchikake.jpg/180px-Uchikake.jpg" alt="" width="180" height="241" /></a></div>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Berkas:Uchikake.jpg"><img src="http://ajengbocil.wordpress.com/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Uchikake bermotif <a title="Burung jenjang" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Burung_jenjang">burung jenjang</a></p>
</div>
</div>
<p><strong>Kimono</strong> <span style="font-weight:normal;">(着物 <sup><a title="Bantuan:Bahasa Jepang" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Bantuan:Bahasa_Jepang"><span style="font:bold 80% sans-serif;color:#00e;text-decoration:none;padding:0 .1em;">?</span></a></sup>)</span> adalah <a title="Pakaian" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Pakaian">pakaian</a> tradisional <a title="Jepang" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Jepang">Jepang</a>. Arti harfiah kimono adalah baju atau sesuatu yang dikenakan (<em>ki</em> berarti <em>pakai</em>, dan <em>mono</em> berarti <em>barang</em>).</p>
<p>Pada zaman sekarang, kimono berbentuk seperti huruf &#8220;<a title="T" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/T">T</a>&#8220;, mirip <a title="Mantel" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Mantel">mantel</a> berlengan panjang dan berkerah. Panjang kimono dibuat hingga ke <a title="Pergelangan kaki" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Pergelangan_kaki">pergelangan kaki</a>. Wanita mengenakan kimono berbentuk baju terusan, sementara pria mengenakan kimono berbentuk setelan. Kerah bagian <a title="Kanan" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Kanan">kanan</a> harus berada di bawah kerah bagian <a title="Kiri" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Kiri">kiri</a>. Sabuk kain yang disebut <a title="Obi (sabuk)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Obi_(sabuk)">obi</a> dililitkan di bagian perut/<a title="Pinggang" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Pinggang">pinggang</a>, dan diikat di bagian <a title="Punggung (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Punggung&amp;action=edit&amp;redlink=1">punggung</a>. Alas kaki sewaktu mengenakan kimono adalah <a title="Zōri" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Z%C5%8Dri">zōri</a> atau <a title="Geta" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Geta">geta</a>.</p>
<p>Kimono sekarang ini lebih sering dikenakan wanita pada kesempatan istimewa. Wanita yang belum menikah mengenakan sejenis kimono yang disebut <em><a title="Furisode" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Furisode">furisode</a></em>.<sup><a href="http://ajengbocil.wordpress.com/wp-admin/#cite_note-Dalby-0">[1]</a></sup> Ciri khas furisode adalah lengan yang lebarnya hampir menyentuh lantai. Perempuan yang genap berusia 20 tahun mengenakan <em>furisode</em> untuk menghadiri <em><a title="Seijin shiki" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Seijin_shiki">seijin shiki</a></em>. Pria mengenakan kimono pada pesta <a title="Pernikahan" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Pernikahan">pernikahan</a>, upacara minum teh, dan acara formal lainnya. Ketika tampil di luar arena <a title="Sumo" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Sumo">sumo</a>, pesumo profesional diharuskan mengenakan kimono.<sup><a href="http://ajengbocil.wordpress.com/wp-admin/#cite_note-Sharnoff-1">[2]</a></sup> Anak-anak mengenakan kimono ketika menghadiri perayaan <a title="Shichi-Go-San" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Shichi-Go-San">Shichi-Go-San</a>. Selain itu, kimono dikenakan pekerja bidang industri jasa dan pariwisata, pelayan wanita rumah makan tradisional (<em><a title="Ryōtei" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Ry%C5%8Dtei">ryōtei</a></em>) dan pegawai penginapan tradisional (<em><a title="Ryokan" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Ryokan">ryokan</a></em>).</p>
<p>Pakaian <a title="Pengantin (halaman belum tersedia)" href="http://ajengbocil.wordpress.com/w/index.php?title=Pengantin&amp;action=edit&amp;redlink=1">pengantin</a> wanita tradisional Jepang (<em>hanayome ishō</em>) terdiri dari <em>furisode</em> dan <em>uchikake</em> (mantel yang dikenakan di atas <em>furisode</em>). <em>Furisode</em> untuk pengantin wanita berbeda dari <em>furisode</em> untuk wanita muda yang belum menikah. Bahan untuk <em>furisode</em> pengantin diberi motif yang dipercaya mengundang keberuntungan, seperti gambar <a title="Burung jenjang" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Burung_jenjang">burung jenjang</a>. Warna <em>furisode</em> pengantin juga lebih cerah dibandingkan <em>furisode</em> biasa. <em>Shiromuku</em> adalah sebutan untuk baju pengantin wanita tradisional berupa <em>furisode</em> berwarna <a title="Putih" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Putih">putih</a> bersih dengan motif tenunan yang juga berwarna putih.</p>
<p>Sebagai pembeda dari pakaian Barat (<em>yōfuku</em>) yang dikenal sejak <a title="Zaman Meiji" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Zaman_Meiji">zaman Meiji</a>, orang Jepang menyebut pakaian tradisional Jepang sebagai <em>wafuku</em> <span style="font-weight:normal;">(和服 <sup><a title="Bantuan:Bahasa Jepang" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Bantuan:Bahasa_Jepang"><span style="font:bold 80% sans-serif;color:#00e;text-decoration:none;padding:0 .1em;">?</span></a></sup>, pakaian Jepang)</span>. Sebelum dikenalnya pakaian Barat, semua pakaian yang dipakai orang Jepang disebut <em>kimono</em>. Sebutan lain untuk kimono adalah <em>gofuku</em> <span style="font-weight:normal;">(呉服 <sup><a title="Bantuan:Bahasa Jepang" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Bantuan:Bahasa_Jepang"><span style="font:bold 80% sans-serif;color:#00e;text-decoration:none;padding:0 .1em;">?</span></a></sup>)</span>. Istilah <em>gofuku</em> mulanya dipakai untuk menyebut pakaian orang negara <a title="Dong Wu" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Dong_Wu">Dong Wu</a> (bahasa Jepang : negara Go) yang tiba di Jepang dari daratan <a title="Cina" href="http://ajengbocil.wordpress.com/wiki/Cina">Cina</a>.</p>
<h2>[<a title="Sunting bagian: Kimono wanita" href="/w/index.php?title=Kimono&amp;action=edit&amp;section=1">sunting</a>] <span id="Kimono_wanita-headline">Kimono wanita</span></h2>
<div>
<div style="width:182px;"><a href="Kurotomesode_back_view_with_panels_opened_motif_is_gagaku.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/bb/Kurotomesode_back_view_with_panels_opened_motif_is_gagaku.jpg/180px-Kurotomesode_back_view_with_panels_opened_motif_is_gagaku.jpg" alt="" width="180" height="214" /></a></div>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="Kurotomesode_back_view_with_panels_opened_motif_is_gagaku.jpg"><img src="/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Kurotomesode dengan 5 buah lambang keluarga</p>
</div>
</div>
</div>
<p>Pemilihan jenis kimono yang tepat memerlukan pengetahuan mengenai simbolisme dan isyarat terselubung yang dikandung masing-masing jenis kimono. Tingkat formalitas kimono wanita ditentukan oleh pola tenunan dan warna, mulai dari kimono paling formal hingga kimono santai. Berdasarkan jenis kimono yang dipakai, kimono bisa menunjukkan umur pemakai, status perkawinan, dan tingkat formalitas dari acara yang dihadiri.</p>
<ul>
<li><a title="Tomesode" href="/wiki/Tomesode">Kurotomesode</a></li>
</ul>
<dl>
<dd>Tomesode adalah kimono paling formal untuk wanita yang sudah menikah. Bila berwarna <a title="Hitam" href="/wiki/Hitam">hitam</a>, kimono jenis ini disebut kurotomesode (arti harfiah: tomesode hitam). Kurotomesode memiliki lambang keluarga (<em>kamon</em>) di tiga tempat: 1 di punggung, 2 di dada bagian atas (kanan/kiri), dan 2 bagian belakang lengan (kanan/kiri). Ciri khas kurotomesode adalah motif indah pada <em>suso</em> (bagian bawah sekitar kaki) depan dan belakang. Kurotomesode dipakai untuk menghadiri resepsi <a title="Pernikahan" href="/wiki/Pernikahan">pernikahan</a> dan acara-acara yang sangat resmi. </dd>
</dl>
<div>
<div style="width:182px;"><a href="Kimono2.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/79/Kimono2.jpg/180px-Kimono2.jpg" alt="" width="180" height="261" /></a></div>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="Kimono2.jpg"><img src="/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Gadis mengenakan <em><a title="Furisode" href="/wiki/Furisode">furisode</a></em></p>
</div>
</div>
<ul>
<li><a title="Tomesode" href="/wiki/Tomesode">Irotomesode</a></li>
</ul>
<dl>
<dd>Tomesode yang dibuat dari kain berwarna disebut irotomesode (arti harfiah: tomesode berwarna). Bergantung kepada tingkat formalitas acara, pemakai bisa memilih jumlah lambang keluarga pada kain kimono, mulai dari satu, tiga, hingga lima buah untuk acara yang sangat formal. Kimono jenis ini dipakai oleh wanita dewasa yang sudah/belum menikah. Kimono jenis irotomesode dipakai untuk menghadiri acara yang tidak memperbolehkan tamu untuk datang memakai kurotomesode, misalnya resepsi di istana kaisar. Sama halnya seperti kurotomesode, ciri khas irotomesode adalah motif indah pada <em>suso</em>. </dd>
</dl>
<ul>
<li><a title="Furisode" href="/wiki/Furisode">Furisode</a></li>
</ul>
<dl>
<dd>Furisode adalah kimono paling formal untuk wanita muda yang belum menikah. Bahan berwarna-warni cerah dengan motif mencolok di seluruh bagian kain. Ciri khas furisode adalah bagian lengan yang sangat lebar dan menjuntai ke bawah. Furisode dikenakan sewaktu menghadiri upacara <em><a title="Seijin shiki" href="/wiki/Seijin_shiki">seijin shiki</a></em>, menghadiri resepsi <a title="Pernikahan" href="/wiki/Pernikahan">pernikahan</a> teman, upacara <a title="Wisuda" href="/wiki/Wisuda">wisuda</a>, atau <em>hatsumode</em>. Pakaian pengantin wanita yang disebut <em>hanayome ishō</em> termasuk salah satu jenis furisode. </dd>
</dl>
<ul>
<li><a title="Homongi" href="/wiki/Homongi">Homongi</a></li>
</ul>
<dl>
<dd>Hōmon-gi <span style="font-weight:normal;">(訪問着 <sup><a title="Bantuan:Bahasa Jepang" href="Bahasa_Jepang"><span style="font:bold 80% sans-serif;color:#00e;text-decoration:none;padding:0 .1em;">?</span></a></sup>, arti harfiah: baju untuk berkunjung)</span> adalah kimono formal untuk wanita, sudah menikah atau belum menikah. Pemakainya bebas memilih untuk memakai bahan yang bergambar lambang keluarga atau tidak. Ciri khas homongi adalah motif di seluruh bagian kain, depan dan belakang. Homongi dipakai sewaktu menjadi tamu resepsi pernikahan, upacara minum teh, atau merayakan <a title="Tahun baru Jepang" href="/wiki/Tahun_baru_Jepang">tahun baru</a>.<sup><a href="#cite_note-kitsuke-2">[3]</a></sup> </dd>
</dl>
<ul>
<li><a title="Iromuji (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=Iromuji&amp;action=edit&amp;redlink=1">Iromuji</a></li>
</ul>
<dl>
<dd>Iromuji adalah kimono semiformal, namun bisa dijadikan kimono formal bila iromuji tersebut memiliki lambang keluarga (<em>kamon</em>). Sesuai dengan tingkat formalitas kimono, lambang keluarga bisa terdapat 1, 3, atau 5 tempat (bagian punggung, bagian lengan, dan bagian dada). Iromoji dibuat dari bahan tidak bermotif dan bahan-bahan berwarna lembut, <a title="Merah jambu" href="/wiki/Merah_jambu">merah jambu</a>, <a title="Biru" href="/wiki/Biru">biru</a> muda, atau <a title="Kuning" href="/wiki/Kuning">kuning</a> muda atau warna-warna lembut. Iromuji dengan lambang keluarga di 5 tempat dapat dikenakan untuk menghadiri pesta pernikahan. Bila menghadiri upacara minum teh, cukup dipakai iromuji dengan satu lambang keluarga. </dd>
</dl>
<ul>
<li><a title="Tsukesage (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=Tsukesage&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tsukesage</a></li>
</ul>
<dl>
<dd>Tsukesage adalah kimono semiformal untuk wanita yang sudah atau belum menikah. Menurut tingkatan formalitas, kedudukan tsukesage hanya setingkat dibawah homongi. Kimono jenis ini tidak memiliki lambang keluarga. Tsukesage dikenakan untuk menghadiri upacara minum teh yang tidak begitu resmi, pesta pernikahan, pesta resmi, atau merayakan tahun baru.<sup><a href="#cite_note-kitsuke-2">[3]</a></sup> </dd>
</dl>
<ul>
<li><a title="Komon (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=Komon&amp;action=edit&amp;redlink=1">Komon</a></li>
</ul>
<dl>
<dd>Komon adalah kimono santai untuk wanita yang sudah atau belum menikah. Ciri khas kimono jenis ini adalah motif sederhana dan berukuran kecil-kecil yang berulang.<sup><a href="#cite_note-kitsuke-2">[3]</a></sup> Komon dikenakan untuk menghadiri pesta <a title="Reuni (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=Reuni&amp;action=edit&amp;redlink=1">reuni</a>, <a title="Makan malam" href="/wiki/Makan_malam">makan malam</a>, bertemu dengan teman-teman, atau menonton pertunjukan di gedung. </dd>
</dl>
<ul>
<li><a title="Tsumugi (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=Tsumugi&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tsumugi</a></li>
</ul>
<dl>
<dd>Tsumugi adalah kimono santai untuk dikenakan sehari-hari di rumah oleh wanita yang sudah atau belum menikah. Walaupun demikian, kimono jenis ini boleh dikenakan untuk keluar rumah seperti ketika berbelanja dan berjalan-jalan. Bahan yang dipakai adalah kain hasil tenunan sederhana dari benang katun atau benang sutra kelas rendah yang tebal dan kasar.<sup><a href="#cite_note-kitsuke-2">[3]</a></sup> Kimono jenis ini tahan lama, dan dulunya dikenakan untuk bekerja di ladang. </dd>
</dl>
<ul>
<li><a title="Yukata" href="/wiki/Yukata">Yukata</a></li>
</ul>
<dl>
<dd>Yukata adalah kimono santai yang dibuat dari kain katun tipis tanpa pelapis untuk kesempatan santai di <a title="Musim panas" href="/wiki/Musim_panas">musim panas</a>. </dd>
</dl>
<h2>[<a title="Sunting bagian: Kimono pria" href="/w/index.php?title=Kimono&amp;action=edit&amp;section=2">sunting</a>] <span id="Kimono_pria-headline">Kimono pria</span></h2>
<p>Kimono pria dibuat dari bahan berwarna gelap seperti <a title="Hijau" href="/wiki/Hijau">hijau</a> tua, coklat tua, <a title="Biru" href="/wiki/Biru">biru</a> tua, dan <a title="Hitam" href="/wiki/Hitam">hitam</a>.</p>
<ul>
<li>Kimono paling formal berupa setelan <em><a title="Montsuki (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=Montsuki&amp;action=edit&amp;redlink=1">montsuki</a></em> <a title="Hitam" href="/wiki/Hitam">hitam</a> dengan <em><a title="Hakama" href="/wiki/Hakama">hakama</a></em> dan <em><a title="Haori (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=Haori&amp;action=edit&amp;redlink=1">haori</a></em></li>
</ul>
<dl>
<dd>Bagian punggung <em>montsuki</em> dihiasi <a title="Mon (lambang)" href="/wiki/Mon_(lambang)">lambang keluarga</a> pemakai. Setelan montsuki yang dikenakan bersama hakama dan haori merupakan busana pengantin pria tradisional. Setelan ini hanya dikenakan sewaktu menghadiri upacara sangat resmi, misalnya resepsi pemberian penghargaan dari kaisar/pemerintah atau <em><a title="Seijin shiki" href="/wiki/Seijin_shiki">seijin shiki</a></em>. </dd>
</dl>
<ul>
<li>Kimono santai <em>kinagashi</em></li>
</ul>
<dl>
<dd>Pria mengenakan <em>kinagashi</em> sebagai pakaian sehari-hari atau ketika keluar rumah pada kesempatan tidak resmi. Aktor <a title="Kabuki" href="/wiki/Kabuki">kabuki</a> mengenakannya ketika berlatih. Kimono jenis ini tidak dihiasi dengan lambang keluarga. </dd>
</dl>
<p> <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kimono">http://id.wikipedia.org/wiki/Kimono</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajengbocil.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajengbocil.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajengbocil.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajengbocil.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ajengbocil.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ajengbocil.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ajengbocil.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ajengbocil.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajengbocil.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajengbocil.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajengbocil.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajengbocil.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajengbocil.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajengbocil.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajengbocil.wordpress.com&amp;blog=9413008&amp;post=32&amp;subd=ajengbocil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajengbocil.wordpress.com/2009/10/01/kimono/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/73551c48109b7dc991db2d0393cdc462?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ajengbocil</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c2/Wedding_kimono.jpg/180px-Wedding_kimono.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://ajengbocil.wordpress.com/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/67/Uchikake.jpg/180px-Uchikake.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://ajengbocil.wordpress.com/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/bb/Kurotomesode_back_view_with_panels_opened_motif_is_gagaku.jpg/180px-Kurotomesode_back_view_with_panels_opened_motif_is_gagaku.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/79/Kimono2.jpg/180px-Kimono2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Yakitori</title>
		<link>http://ajengbocil.wordpress.com/2009/10/01/yakitori/</link>
		<comments>http://ajengbocil.wordpress.com/2009/10/01/yakitori/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 14:13:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajengbocil</dc:creator>
				<category><![CDATA[makanan jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajengbocil.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Yakitori Masakan dan makanan Jepang tidak selalu harus berupa &#8220;makanan yang sudah dimakan orang Jepang secara turun temurun.&#8221; Makanan orang Jepang berbeda-beda menurut zaman, tingkat sosial, dan daerah tempat tinggal. Cara memasak masakan Jepang banyak meminjam cara memasak dari negara-negara Asia Timur dan negara-negara Barat. Di zaman sekarang, definisi makanan Jepang adalah semua makanan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajengbocil.wordpress.com&amp;blog=9413008&amp;post=25&amp;subd=ajengbocil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 id="1."><a id="_href" name="_href" href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Berkas:Cooking_yakitori.jpg"><img src="http://pic.srv104.wapedia.mobi/thumb/fa6b14518/id/fixed/230/328/Cooking_yakitori.jpg?format=jpg,png,gif" alt="" width="230" height="328" /></a></h3>
<div>
<div>
<a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Yakitori">Yakitori</a></div>
</div>
<p>Masakan dan makanan Jepang tidak selalu harus berupa &#8220;makanan yang sudah dimakan orang Jepang secara turun temurun.&#8221; Makanan orang Jepang berbeda-beda menurut zaman, tingkat sosial, dan daerah tempat tinggal. Cara memasak masakan Jepang banyak meminjam cara memasak dari negara-negara <a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Asia_Timur">Asia Timur</a> dan negara-negara Barat. Di zaman sekarang, definisi makanan Jepang adalah semua makanan yang dimakan orang Jepang dan makanan tersebut bukan merupakan masakan asal negara lain.</p>
<p>Dalam arti sempit, masakan Jepang mengacu pada berbagai berbagai jenis makanan yang khas Jepang. Makanan yang sudah sejak lama dan secara turun temurun dimakan orang Jepang, tapi tidak khas Jepang tidak bisa disebut makanan Jepang. Makanan seperti <a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Gyudon">gyudon</a> atau <a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Nikujaga">nikujaga</a> merupakan contoh makanan Jepang karena menggunakan bumbu khas Jepang seperti <a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Kecap_asin">shōyu</a>, <a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Dashi">dashi</a> dan <a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Mirin">mirin</a>. Makanan yang dijual rumah makan Jepang seperti penjual soba dan warung makan <a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Kapp%C5%8D">kappō</a> juga disebut makanan Jepang. Makanan yang mengandung daging <a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Sapi">sapi</a> sering dianggap bukan masakan Jepang karena kebiasaan makan daging baru dimulai sejak <a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Restorasi_Meiji">Restorasi Meiji</a> sekitar 130 tahun lalu. Menurut orang di luar Jepang, berbagai masakan dari daging sapi seperti <a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Sukiyaki">sukiyaki</a> dan <a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Gyudon">gyudon</a> juga termasuk makanan Jepang. Dalam arti luas, bila masakan yang dibuat dari bahan makanan yang baru dikenal orang Jepang ikut digolongkan sebagai makanan Jepang, maka definisi masakan Jepang adalah makanan yang dimasak dengan bumbu khas Jepang.</p>
<p>Masakan Jepang sering merupakan perpaduan dari berbagai bahan makanan dan masakan dari berbagai negara. Parutan <a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Lobak">lobak</a> yang dicampur saus sewaktu memakan <a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Bistik">bistik</a> atau <em><a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Hamburg_steak">hamburg steak</a></em>, dan <a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Salad">salad</a> dengan dressing parutan <a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Lobak">lobak</a> merupakan contoh perpaduan makanan Barat dengan penyedap khas Jepang. Saus <a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Spaghetti">spaghetti</a> yang dicampur <em><a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Mentaiko">mentaiko</a></em>, <em><a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Tarako">tarako</a></em>, <em><a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Natto">natto</a></em>, daun <em><a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Perilla_frutescens">shiso</a></em> atau <em><a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Umeboshi">umeboshi</a></em> merupakan contoh makanan Barat yang dinikmati bersama bahan makanan yang memiliki rasa yang sudah akrab dengan lidah orang Jepang. Bistik dengan parutan <a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Lobak">lobak</a> sebenarnya tidak dapat disebut sebagai makanan Jepang melainkan bistik ala Jepang (<em>wafū steak</em>). Berdasarkan aturan ini, istilah <em>wafū</em> (和風 <em>ala Jepang</em><sup><a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Bantuan:Bahasa_Jepang">?</a></sup>) digunakan untuk menyebut makanan yang lazim ditemukan dan dimakan di Jepang, tapi dimasak dengan cara memasak dari luar Jepang.</p>
<p>Berdasarkan aturan <em>wafū</em>, beberapa jenis makanan sulit digolongkan sebagai makanan Jepang karena merupakan campuran antara makanan Jepang dan makanan asing:</p>
<ul>
<li>Makanan Barat yang dicampur bahan makanan yang unik Jepang, seperti <a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Sarada_udon">sarada udon</a> (salad adalah makanan Barat tapi dicampur <a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Udon">udon</a> yang khas Jepang), <a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Kari">kari</a>, dan <a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Anpan">anpan</a> (roti berasal dari Barat berisi <a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Ogura">ogura</a> yang khas Jepang).</li>
<li>Makanan khas Jepang yang berasal dari luar negeri tapi dibuat dengan resep yang sudah diubah sesuai selera lokal, seperti <a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Ramen">ramen</a> dan <a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Gy%C5%8Dza">gyōza</a>.</li>
<li>Makanan yang berdasarkan bahan dan cara memasak sulit diputuskan harus dimasukkan ke dalam kategori makanan Barat atau makanan Jepang, misalnya <em>pork ginger</em> dan <em>butashōgayaki</em> keduanya menunjuk pada makanan yang sama.</li>
</ul>
<p>Sebagian besar ahli <a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Kuliner">kuliner</a> berpendapat masakan Jepang mudah sekali dibedakan dari masakan negara tetangga seperti <a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Masakan_Korea">masakan Korea</a> dan <a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Masakan_Cina">masakan Cina</a>. Walaupun demikian, sejumlah makanan Korea juga mendapat pengaruh dari masakan Jepang. Di Korea juga dikenal <a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Kimbab">kimbab</a> (<a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Sushi">futomakizushi</a>), <a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Sup_miso">sup miso</a>, dan <em><a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Takuan">takuan</a></em> (asinan lobak) yang merupakan makanan khas Jepang.</p>
<h3 id="2.">Ciri khas</h3>
<div><a id="_href" name="_href" href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Berkas:Breakfast_at_Tamahan_Ryokan,_Kyoto.jpg"><img src="http://pic.srv104.wapedia.mobi/thumb/fa6b14518/id/fixed/230/135/Breakfast_at_Tamahan_Ryokan%252C_Kyoto.jpg?format=jpg,png,gif" alt="" width="230" height="135" /></a></p>
<div>
Hidangan <a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Kaiseki">kaiseki</a> untuk sarapan pagi</div>
</div>
<h3 id="2.1.">2. 1. Bahan makanan</h3>
<p>Pada umumnya, bahan-bahan masakan Jepang berupa: <a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Beras">beras</a>, hasil pertanian (<a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Sayuran">sayuran</a> dan <a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Kacang-kacangan">kacang-kacangan</a>), dan <a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Makanan_laut">makanan laut</a>. Bumbu berupa <a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Dashi">dashi</a> yang dibuat dari <a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Konbu">konbu</a>, <a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Ikan">ikan</a> dan <a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Shiitake">shiitake</a>, ditambah <a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Miso">miso</a> dan <a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Kecap_asin">shōyu</a>. Berbeda dengan masakan negara-negara lain, makanan Jepang sama sekali tidak menggunakan bumbu berupa rempah-rempah dari biji-bijian (<a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Merica">merica</a>) atau penyedap yanng mengandung biji (seperti <a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Cabai">cabai</a>) yang harus ditumbuk atau dihaluskan. Masakan Jepang juga tidak menggunakan bumbu yang berbau tajam seperti <a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Bawang_putih">bawang putih</a>. Kacang <a href="http://ajengbocil.wordpress.com/id/Kedelai">kedelai</a> merupakan bahan utama makanan olahan. Penyedap biasanya berupa sayur-sayuran beraroma harum yang dipotong-potong halus atau diparut. Masakan Jepang umumnya rendah lemak, tapi mengandung kadar garam yang tinggi.</p>
<p><a href="http://wapedia.mobi/id/Makanan_Jepang">http://wapedia.mobi/id/Makanan_Jepang</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajengbocil.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajengbocil.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajengbocil.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajengbocil.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ajengbocil.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ajengbocil.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ajengbocil.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ajengbocil.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajengbocil.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajengbocil.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajengbocil.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajengbocil.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajengbocil.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajengbocil.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajengbocil.wordpress.com&amp;blog=9413008&amp;post=25&amp;subd=ajengbocil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajengbocil.wordpress.com/2009/10/01/yakitori/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/73551c48109b7dc991db2d0393cdc462?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ajengbocil</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pic.srv104.wapedia.mobi/thumb/fa6b14518/id/fixed/230/328/Cooking_yakitori.jpg?format=jpg,png,gif" medium="image" />

		<media:content url="http://pic.srv104.wapedia.mobi/thumb/fa6b14518/id/fixed/230/135/Breakfast_at_Tamahan_Ryokan%252C_Kyoto.jpg?format=jpg,png,gif" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
